Luasnya bentangan lautan di dunia ternyata menyimpan kisah misteri yang bahkan masih belum bisa terungkap hingga kini. Salah satunya ialah kisah kapal hantu yang mengapung di tengah laut tanpa arah tujuan. Berikut enam kisah kapal hantu paling fenomenal itu seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber.
The Lady Lovibond
Ini adalah salah satu kapal hantu paling legendaris seantero dunia. Kisahnya bermula saat Simon Peel, seorang kapten kapal yang baru menikah dan merayakan kesempatan bahagianya ini dengan kapal pesiar pada tanggal 13 Februari 1748. Kapal itu menempuh perjalanan dari London ke Porto, Portugal.
Tragedi berdarah ini berawal saat seorang asisten kapal bernama Kapten John Rivers, jatuh hati dengan istri Simon, Annetta. Kisah perselingkuhan ini berhasil diketahui oleh sang kapten. Lantaran dibakar api cemburu luar biasa Simon lantas dengan sengaja mengarahkan kapal menuju Goodwin Sands, yang sering menyebabkan kapal tenggelam. Akhirnya, The Lady Lovibond benar-benar karam dan tidak seorangpun penumpangnya selamat.
Kisah horor pun muncul pasca-tragedi memilukan ini. Berbagai kisah penampakan kapal hantu Lady Lovibond terjadi pada tahun 13 Februari 1798. Kala itu seorang saudagar kaya bernama Edenbridge mengaku hampir bertabrakan dengan sekunar (kapal layar bertiang dua) misterius saat sedang berlayar langsung menuju Goodwin Sands.
Selang setengah abad kemudian tepatnya tahun 1848 penampakan kapal hantu ini kembali terulang. Adalah kru sekoci dari Kapal Deal yang saat itu pergi dengan maksud menyelamatkan sebuah sekunar yang terlihat terjebak di wilayah Goodwin Sands. Namun, saat dihampiri sekunar itu justru telah raib tanpa diketahui arahnya. Uniknya, penampakan kapal hantu ini terjadi setiap 50 tahun sekali.
SS Ourang Medan
Kapal SS Ourang Medan merupakan kapal Belanda yang meledak dan karam di perairan Selat Malaka pada Juni 1947 silam. Sebelum insiden mengerikan itu terjadi, kapal itu disebutkan mengirim pesan kode morse berisi informasi yang menyebut bahwa seluruh kru kapal termasuk kapten telah tewas di atas kapal.
Mendengar kabar mengejutkan itu beberapa kapal berbendera Belanda dan Inggris melakukan pelacakan posisi persis kapal SS Ourang Medan untuk melakukan upaya penyelamatan. Namun, hanya satu kapal yang berhasil membaca posisi kapal SS Ourang medan, yaitu kapal Amerika Serikat (AS), Silver Star. Setelah beberapa jam berlayar, kapal Silver Star pun tiba di lokasi.
Suasana mencekam mulai meliputi para awak Silver Star saat menghampiri kapal SS Orang Medan. Saat itu mereka sudah tidak menemukan tanda kehidupan. Bahkan semua sinyal sama sekali tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, para awak Silver Star membentuk tim untuk menelusuri kapal dan mencari korban yang kemungkinan masih hidup.
Saat berkeliling ke setiap sudut kapal, mereka sangat terkejut menyaksikan mayat bergelimpangan di mana-mana, termasuk seekor anjing yang seolah mati membeku dengan menatap ke atas langit.
Yang paling mengerikan, seluruh mayat kondisinya sangat mengenaskan yakni dengan kulit pucat, mulut menganga, lengan mereka juga seolah mencengkeram sesuatu dengan kedua matanya membelalak.
Anehnya, sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad mereka. Saat itu, kru kapal Silver Star juga merasa udara sangat dingin, padahal kapal tersebut tengah mengapung di perairan Indonesia dengan suhu sekira 110° Fahrenheit atau sekitar 43 derajat Celsius.
Tim evakuasi kemudian memutuskan menarik kapal SS Ourang Medan ke pelabuhan menggunakan tambang besar yang diikatkan pada halauan kapal SS Ourang Medan yang disambung ke buritan kapal mereka.
Belum juga ditarik, kapal misterius itu memunculkan asap dari lambung kapal SS Ourang Medan dan terbakar hebat. Tim kemudian memutus tali tambang tersebut dan segera menjauh dari kapal SS Ourang Medan. Hanya selang beberapa menit, kapal SS Ourang Medan meledak dan tenggelam ke dasar laut.
Banyak spekulasi bermunculan di antaranya kapal itu diduga membawa barang ilegal berbahaya berupa metana atau gas alam beracun lainnya dan kemudian mengalami kebocoran sehingga membuat kapal meledak. Ada teori yang tak kalah heboh yaitu mengaitkan peristiwa kapal SS Ourang Medan dengan keberadaan alien ataupun hantu.
The Octavius
Sebuah kapal penangkap ikan paus, Herald secara tidak sengaja menemukan kapal besar terapung-apung di lautan Arktik pada tahun 1775. Saat didekati, diketahui bahwa kapal itu bernama The Octavius.
Ia juga merupakan kapal penangkap ikan paus. Namun, diperhatikan sekilas tidak terlihat tanda kehidupan di kapal itu. Seorang kru kapal Herald yang menaiki kapal The Octavius sangat terkejut ketika menemukan puluhan mayat kru kapal The Octavius tergeletak dalam keadaan membeku.
Mereka diduga mati kedinginan setelah tersesat sekian lama di laut Arktik dan kehabisan perbekalan. Hal yang paling mencengangkan adalah kapal misterius itu ternyata telah dilaporkan hilang 13 tahun silam. Dikisahkan bahwa banyak kapal penangkap ikan mengaku melihat penampakan The Octavius di laut Arktik. Namun yang menyeramkan adalah kapal itu langsung menghilang dalam sekejab di balik kabut.
The Flying Dutchman
The Flying Dutchman ialah kapal dagang asal Belanda yang berlayar pada tahun 1700-an ke arah wilayah kolonial yang diduga adalah Indonesia. Lantaran saat itu Terusan Suez belum ada, kapal-kapal dari benua Eropa yang hendak bepergian ke Asia terpaksa harus memutari benua Afrika.
Adapun titik tersulit dilalui kala itu ialah Tanjung Harapan, lantaran di situ letak pertemuan arus antara Samudra Hindia yang hangat dan Samudra Atlantik yang dingin sehingga menghasilkan arus laut terganas di dunia.
Nah, kapal yang dikapteni oleh Van der Decken ini lalu terjebak dalam ganasnya arus laut. Saking frustrasinya, ia sampai tega membunuh istrinya yang juga berada di atas kapal. Ia pun bersumpah akan mampu keluar dari pusaran raksasa berdiameter 300 kilometer itu. “Walau sampai kiamatpun aku akan menemukan jalan keluar dari laut ini,” kurang lebih seperti itulah ucapan Van der Decken.
Akhirnya kapal layar tersebut hilang misterius dan tak pernah ditemukan hingga kini. Ada ungkapan yang menyebut, Van der Decken sebenarnya termakan omongannya sendiri sehingga ia dikutuk untuk terus mengapung di lautan.
The Mary Celeste
The Mary Celeste merupakan sebuah kapal dagang tanpa awak yang ditemukan di Samudera Atlantik sekira tahun 1872. Namun, yang menyeramkan ialah tak ditemukan satu awak pun di atas kapal itu.
Padahal, saat berangkat kapal terasbut mengangkut sekitar 80 orang awak kapal. Anehnya, kondisi kapal ini sangat baik dan posisi barang-barang di dalam kapal tetap rapih di tempatnya. Sehingga tidak mungkin jika kapal itu dibajak.
Banyak teori muncul di antaranya kapal itu disebutkan tidak sengaja memasuki perairan segitiga bermuda hingga diculik makhluk tak kasat mata. Kisahnya hingga kini masih menyisakan misteri yang hanya Tuhan lah yang mengetahui persis rahasianya.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.