Pengacara Dinu Kuma mengatakan bahwa “Keputusan agar peserta ujian melepas kemeja, celana atau rompi adalah hal yang aneh. Menurutnya, para peserta ujian enggan melepas pakaian mereka. “Perlakuan seperti ini adalah sama saja dengan pelecehan," sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Senin (7/3/2016).
Terkait kritikan Dinu Kumar, pihak penyelenggara nampaknya tidak menyesal dengan kejadian tersebut. Colonel V.S Godhra, direktur Army Regional Office di Muzaffarpur mengatakan bahwa lebih dari 1.000 kandidat diminta untuk menanggalkan pakaian dan melakukan tes di ruang terbuka adalah bertujuan untuk mencegah para peserta melakukan kecurangan.
“Saya berhak mengambil segala tindakan pencegahan yang diperlukan. Pada tahun lalu, terdapat dua orang peserta yang menyembunyikan lembar contekan dan ponsel di rompi dan pakaian mereka”, ungkap Colonel V.S Godhra.
Kami tidak menghina siapa pun atau melakukan kekejaman. Tidak ada keluhan dalam ujian, jadi mengapa orang luar mempermasalahkan hal ini.
Selama ini, Bihar memang memiliki permasalahan serius dalam menangani tindak kecurangan dalam melakukan tes masuk tentara. Tahun lalu, polisi setempat menahan sekira 1.000 orang yang membayar orang lain untuk melaksanakan ujian.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.