Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Keluarga di Pasuruan Belum Punya Jamban

Arie Yoenianto , Jurnalis-Kamis, 10 Maret 2016 |02:58 WIB
Ribuan Keluarga di Pasuruan Belum Punya Jamban
Foto: Illustrasi Okezone
A
A
A

PASURUAN - Sebanyak 3.746 kepala keluarga (KK) di Kota Pasuruan belum memiliki Water Closet (WC) atau sanitasi yang baik di rumah tangganya. Masyarakat miskin di perkotaan ini masih menerapkan budaya mandi, dan buang air besar di sungai dalam kehidupan sehari-harinya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan, Gustap Purwoko mengungkapkan, masyarakat yang tidak memiliki jamban ini pada umumnya adalah kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR). Hingga saat ini, sebanyak 36.254 KK yang sudah terlayani sanitasi dan memiliki jamban.

"Budaya masyarakat yang terbiasa buang air besar di sungai menjadi salah satu faktor tidak dimilikinya sanitasi yang baik. Sehingga mereka enggan membangun jamban yang layak," kata Gustap Purwoko seusai Sosialisasi Pembangunan Sanitasi dan Air Minum bekerjasama dengan IWINS USAID, Rabu (9/3/2016).

Menurutnya, pertumbuhan penduduk dari 208.079 jiwa pada tahun 2020 diperkirakan meningkat menjadi 229.307 jiwa. Dari 3.746 KK yang saat ini belum terlayani diperkirkan akan membengkak menjadi 8.941 KK.

"Secara bertahap, Pemkot Pasuruan akan membangun fasilitas sanitasi masyarakat tersebut. Kami menargetkan tahun 2020 seluruh fasilitas sanitasi masyarakat sudah terpenuhi," kata Gustap Purwoko.

Proyek yang bekerja sama dengan USAID melalui Initiative for Watsan Improvement trounght Networking Support) IWINS, lanjut Gustap, Pemkot Pasuruan akan membangun fasilitas sanitasi di 10 kelurahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement