“Pada jasad-jasad korban yang dikembalikan pada kami, bagian-bagian tubuh dan organnya seperti sudah dimakan anjing liar. Tubuh-tubuh korban juga terdapat ribuan bekas peluru,” tambahnya.
“Sepertinya militer (Turki) terus menembaki mereka meski sudah mati. Kami bisa mengidentifikasi para korban lewat tes DNA,” sambung Mustafa lagi.
Hingga saat ini, pihak pemerintah Turki berdalih bahwa operasi-operasi militer mereka terhadap milisi Kurdi, demi memastikan stabilitas keamanan kawasan.
“Kami akan terus melancarkan operasi untuk menghancurkan PKK. Ini perlu demi memastikan kedamaian di kawasan,” cetus Menteri Dalam Negeri Turki, Efkan Ala beberapa waktu lalu.
Sementara dunia, terutama Amerika Serikat (AS), masih segan untuk menyinggung masalah ini di forum internasional. Bahkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby menyatakan, operasi militer terhadap kelompok Kurdi itu merupakan hak Turki.
“Kami sudah memastikan hak Turki untuk mempertahankan diri dari teroris dan kami juga menganggap PKK adalah organisasi teroris. Tapi berulang kali kami katakan, bahwa Turki harus melakukannya (operasi militer) dengan mendasarkan hukum internasional,” timpal Kirby.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.