Sebagai pasukan elite TNI, Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir maupun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, memerlukan senjata tangguh untuk menunjang operasional mereka. Sudah banyak sebenarnya senjata yang digunakan para prajurit TNI, seperti senapan mesin berat (SMB) CIS 50MG kaliber 12,7 mm dan pelontar granat CIS AGL 40.
Selain kedua senjata tersebut, ada lagi senjata andalan pasukan elite TNI yang tidak kalah canggih yakni Ultimax 100. Senjata yang masuk dalam kualifikasi senapan mesin regu (SMR) didesain dan dikembangkan oleh Chartered Industries od Singapore (CIS), atau kini bernama Singapore Technologies Kinetics (semacam BUMN pertahanan di Singapura-red).
Dilansir dari indomiliter.com, varian pertama Utimax (MK.1) telah digunakan Angkatan Darat Singapura sejak tahun 1982 silam. Senjata ini dirancang dengan bobot seringan mungkin dan dikombinasikan 100 peluru, sehingga bobot total senjata ini hanya 6,8 kg.
sehingga dipandang cocok digunakan oleh postur prajurit di Asia Tenggara. Ultimax menganut sistem constant recoil, senjata ini pun punya akurasi yang jempolan dan terbilang mudah dikendalikan.
Selain bandel karena bisa ditembakkan di tengah kubangan lumpur, senjata ini dikenal memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Akurasi pada penembakan semi otomatis juga mampu membuat grouping yang sama dengan senapan serbu. Hentakannya pun tidak terlalu besar sehingga nyaman digunakan.
Kecepatan tembak (rate of fire) Ultimax ini mencapai 400–600 proyektil per menitnya. Sementara kecepatan luncur proyektil bisa melesat hingga 970 meter per detik. Sedangkan jarak tembak efektif mencapai 100–460 meter. Bahkan, bila disesuaikan dengan jenis peluru dan kondisi lingkungan, jarak tembak maksimum bisa mencapai 1.200–1.300 meter.
Masih dikutip dari indomiliter, komponen Ultimax menggunakan material laras dari baja pilihan yang tahan panas. Senjata ini juga dapat diganti larasnya tanpa perlu peralatan bantuan.
Cukup membuka kunci laras dan menarik laras dengan bantuan carry handle, laras baru bisa dipasang tanpa perlu khawatir tangan melepuh akibat tingginya suhu laras.
Keunggulan lain dari Ultimax yakni ia dirancang untuk mampu menerima magasin dari senapan serbu biasa, asalkan memenuhi Standarisation Agreement (STANAG) NATO. Itu berarti Ultimax bisa menggunakan magasin M-16 atau SS-1 berkaliber 5,56 mm.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Wikipedia, Ultimax kenyang pengalaman di berbagai laga pertempuran, di antaranya perang di Kroasia, Afghanistan, konflik Solomon, perang sipil di Sri Lanka, hingga perang di Filipina Selatan.
Operasi militer dalam rangka menumpas gerakan separatis GAM di Aceh oleh TNI juga tak lepas dari peranan senjata canggih ini. Performa Ultimax juga tidak kalah moncer dalam penanganan konflik di Maluku.
Spesifikasi Ultimax 100 :
Negara pembuat : Singapura
Manufaktur : STK
Kaliber : 5,56 x 45 mm
Kapasitas : 100 peluru (drum) atau 30 peluru (magasin M-16)
Mekanisme : gas operated, rotating bolt
Berat : 4,9 kg (versi standard)
Kecepatan tembak : 400 – 600 peluru per menit
Kecepatan luncur proyektil : 970 meter per detik
Jangkauan tembak efektif : 100 – 460 meter
Jangkauan tembak maksimum : 1.200 – 1.300 meter
Panjang laras : 508 mm (standard) dan 330 mm (para)
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.