Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fakta Unik Tentang Pinisi, Perahu Legendaris Kebanggaan Orang Bugis

Rizka Diputra , Jurnalis-Senin, 28 Maret 2016 |15:23 WIB
Fakta Unik Tentang Pinisi, Perahu Legendaris Kebanggaan Orang Bugis
Perahu Pinisi (foto: destinasian.co.id)
A
A
A

Siapa tidak kenal dengan perahu Pinisi. Ya, kapal kebanggaan suku Bugis, Sulawesi Selatan itu namanya tenar seantero jagat lantaran sejak dulu telah menjelajahi dunia hingga ke Afrika. Adalah

Bulukumba yang menjadi tempat lahirnya kapal layar legendaris yang telah ada sejak abad ke-14 itu. Kapal Pinisi sebagian besar dibuat di daerah yang disebut Tanah Beru, letaknya 176 kilometer dari Kota Makassar.

Di Tanah Beru inilah warga setempat bahu membahu membangun kapal layar Pinisi dengan berbagai tahapan konstruksi. Dengan nama besarnya itu Pinisi lantas menjadi salah satu ikon kebanggaan dunia maritim Indonesia.

Berbicara mengenai Pinisi, banyak keunikan filosofis di balik pembangunan kapal layar kebanggaan orang Bugis ini. Ya, membangun kapal Pinisi konon terlebih dahulu harus melalui rangkaian ritual tertentu. Berikut fakta unik di balik pembangunan kapal Pinisi yang mungkin belum Anda ketahui sebagaimana dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Pinisi Hanya Dikerjakan Lima Orang

Meski terdengar tak rasional, namun tahukah Anda jika kapal sebesar Pinisi dikerjakan oleh hanya lima orang saja. Penduduk setempat meyakini, jika Pinisi dikerjakan beramai-ramai melibatkan banyak orang, maka akan mengurangi nilai seni tinggi yang ada di dalamnya. Dengan keterbatasan jumlah pekerja itu tak heran jika pembuatan kapal Pinisi memakan waktu cukup lama.

(foto: okezone)

Dibangun Tanpa Sketsa

Kapal layar Pinisi memiliki keunikan sendiri lantaran ia dibangun tanpa dibuatkan sketsa terlebiamun, biarpun tanpa sketsa, ketangguhan kapal ini dalam mengarungi lautan tak perlu diragukan. Kayu yang menjadi bahan dasar Pinisi konon akan semakin kuat dan kokoh jika sudah terkena air laut. Kapal ini juga tangguh dalam menghadapi badai dan tahan dengan terjangan ombak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement