Helikopter yang juga berperan taktis dalam misi pengintaian ini, bisa terbang dengan kecepatan 290 kilometer per jam dan terbang dengan ketinggian mencapai lima ribu meter berkat sokongan mesin “turboshaft” VK-2500.
Bahkan Ka-52 bisa dijadikan sebagai “pos” komando udara bagi infantri, lantaran dilengkapi beragam perangkat elektronik canggih berstandar internasional.
Sebagai modal ofensif, Ka-52 diperkuat meriam otomatis 2A42 30mm, misil anti-tank berpandu laser AT-16 Vikhr, misil anti-permukaan Kh-25, serta misil anti-udara Igla-B.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.