SEMARANG - Rumah Sakit Umum Pemerintah Dokter Kariadi mengklaim rugi besar saat membuka layanan medis bagi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Poliklinik Paviliun Garuda dan Elang.
"Kalau dihitung-hitung total, rugi rumah sakit. Tapi ini RS negara yg dikejar adalah benefit bukan profit. Profit nomor sekian," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi, Dokter Darwito, saat menggelar jumpa pers dengan wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/4/2016).
Menurut Darwito, saat BPJS Kesehatan masih menanggung biaya pasien rawat jalan di Paviliun Garuda, RS Kariadi menarik iur biaya Rp100 ribu. Biaya tambahan itu, kata Darwito, sebenarnya tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan pihak rumah sakit.
"Pasien di Poli Garuda yang BPJS itu dikenakan Rp 100 ribu. Tapi uang yang dikeluarkan (rumah sakit) itu Rp1 juta lebih. Sekali dikenakan obat kanker misalnya, itu harganya Rp2 juta," tegas Darwito.
Dengan pertimbangan itu, Darwito menambahkan, Direksi RS Kariadi menutup pelayan rawat jalan pasien BPJS di Paviliun Garuda dan Elang, serta mengalihkannya ke Paviliun Merpati. "Karena sekali tidak dilayani BPJS, maka pasien disuruh bayar semua. (Biaya) obat tidak ditanggung, lab tidak ditanggung," ungkap Darwito.