Adapun Menteri Pertahanan (Menhan) Lithuania, Jouzas Olekas, mengungkapkan hal senada. “Saya tidak bisa mengatakan (lebih). Ini informasi rahasia,” cetusnya singkat, sebagaimana diwartakan Sputnik, Sabtu (9/4/2016).
Ketidakjelasan pernyataan tersebut justru menambah kepanikan publik. Hal ini turut mencuatkan kritik, salah satunya dari mantan Menhan Lithuania, Rasa Jukneviciene di laman Facebook-nya.
“Sungguh menarik: Apa maksudnya pasukan khusus sudah merespons secara tepat dan memadai? Apa yang terjadi pada para tentara Rusia yang secara ilegal mendarat di wilayah kita? Di mana mereka ditangkap dan dipenjara, atau mungkin ditembak?,” tulis Jukneviciene.
“Saya sudah mendengar komentar dari komandan pasukan perbatasan yang mengatakan, mereka tak tahu apa-apa tentang serbuan itu. Ini penting untuk ditanyakan, karena ini masalah serius, meski sayangnya tak ada yang menanyakan PM kita. Para wartawan, saya ingin ingatkan kalian untuk tidak termakan hasutan ketika Anda diberikan informasi bahwa ini rahasia negara,” lanjutnya.
Selain kepanikan, kebingungan turut melanda. Pernyataan PM dan Menhan Lithuania juga dipertanyakan Liudas Dapkus, Pemimpin Redaksi (Pemred) Lyrtas, portal berita terpopuler Lithuania.
“Jika pernyataan itu benar dan tak ada yang bereaksi, ini jadi masalah serius. di mana nota protes Kementerian Luar Negeri terhadap Rusia? Mana keputusan untuk memperkuat penjaga pantai? Jika hal ini hanya hoax, maka persetan dengan permainan Anda!,” seru Dapkus.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.