Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Upacara Ching Bing Umat Khonghucu

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 11 April 2016 |17:33 WIB
Mengenal Upacara Ching Bing Umat Khonghucu
Upacara Ching Bing (Foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

SOLO - Tradisi sembahyang Ching Bing bagi warga Tionghoa dan umat Khonghucu Solo yang tergabung dalam Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) di Solo, konon sudah ada sejak zaman dahulu.

Upacara Ching Bing juga dilaksanakan di halaman rumah duka Thiong Ting, dan di depan Kelenteng Hok Tek Cing Sien (Dewa Bumi).

Upacara ini sendiri diawali dengan sembahyang di Kelenteng Hok Tek Cing Sien (Dewa Bumi). Tujuannya meminta izin pada Dewa Bumi sebagai utusan Tuhan yang mengatur, merawat dan memelihara alam semesta.

Selanjutnya, dilaksanakan pembakaran dupa besar oleh pendeta Khonghucu. Umat Khonghucu juga menyalakan masing-masing dua dupa.

Makna penyalaan lima dupa besar oleh Pendeta Konghuchu adalah manusia itu harus mengembangkan Ngo Siang (lima kebajikan), yaitu Jien (cinta kasih), Gie (kebenaran), Lie (susila), Ti (bijaksana), dan terakhir Sin (dapat dipercaya).

Saat upacara Ching Bing disiapkan beberapa altar. Altar pertama ditujukan untuk Thi Kong (Tuhan YME) kemudian altar yang kedua untuk sesaji bagi vegetarian dan altar dengan sesajian umum.

Aneka ragam sesaji disiapkan ditiap altar. Isinya beragam, mulai dari tiga jenis daging antara lain daging ayam, daging babi, bandeng. Tiap jenis yang disajikan juga bermakna khusus.

Masing-masing memiliki makna khusus. Ayam sebagai lambang hewan yang rajin, bandeng adalah lambang penghematan. Sedangkan babi diibaratkan sebagai bentuk celengan atau tabungan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement