PYONGYANG – Korea Utara (Korut) menuduh rivalnya, Korea Selatan (Korsel), sengaja menculik warganya yang tengah berada di China. Pyongyang menuduh penculikan tersebut merupakan provokasi yang tidak dapat diterima serta mendesak Seoul segera membebaskan mereka.
Korsel pada Jumat 8 April 2016 mengumumkan bahwa 13 pekerja restoran yang dikelola Korut telah menyerahkan diri di sebuah negara yang tidak disebutkan. Negeri Ginseng mengklaim 13 pekerja tersebut telah tiba di Seoul pada Kamis 7 April 2016 atau sehari sebelum pengumuman.
“Kami dengan tegas mengecam penculikan sekelompok warga DPRK (nama resmi Korut) sebagai kejahatan mengerikan terhadap martabat, sistem sosial, dan kehidupan serta keamanan mereka,” bunyi pernyataan juru bicara Palang Merah Korut kepada KCNA, mengutip dari Channel News Asia, Rabu (13/4/2016).
Korsel tidak pernah mengumumkan lokasi di mana 13 orang tersebut bekerja. Namun, China, pada Senin 11 April, mengatakan 13 warga Korut berada di wilayahnya dan telah meninggalkan Negeri Tirai Bambu secara legal. Namun, Beijing tidak menyebut apakah 13 orang itu kelompok yang sama dengan yang menyerahkan diri kepada Korsel.
Palang Merah Korut menjelaskan bahwa kelompok yang menyerahkan diri ke Korsel itu bekerja di Restoran Ryugyong di Kota Ningbo, China. Kelompok itu seyogianya diterbangkan ke salah satu negara Asia Tenggara sebelum tiba-tiba diterbangkan ke Korsel.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.