nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komitmen Transmigrasi Wujudkan Trisakti

Kamis 14 April 2016 14:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 14 542 1362788 komitmen-transmigrasi-wujudkan-trisakti-vsOUVAy1YX.jpg Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar (Foto: Dok. Okezone)

Sudah barang jadi bahwa ketersediaan pangan yang mudah diakses oleh setiap rumah tangga dengan harga terjangkau sangatlah penting perannya dalam mewujudkan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan serta pembangunan ekonomi sebuah Negara,

Sehingga kedaulatan pangan memegang peranan penting dalam perekonomian negara berkembang, maupun negara maju. Kedaulatan pangan bisa menjadi institusi negara, karena hal itulah yang paling berharga dibandingkan dengan yang lain. Tersedianya kebutuhan pangan akan membawa masyarakat mendapatkan banyak hal dan sebagai penolong yang lebih baik dari pada yang lain.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar mengatakan, sejak transmigrasi dimulai pada masa kolonial Belanda, tentu mempunyai tujuan yang sesuai masa dan penguasanya saat itu.

“Ketika Indonesia merdeka, transmigrasi pun berubah filosofmya, para founding father menaruh harapan besar terhadap transmigrasi untuk mewujudkan Trisakti, yaitu berdaulat di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian di bidang budaya,” ujar Marwan Jafar.

Program transmigrasi berada dalam lingkup berdaulat di bidang ekonomi, artinya pembangunannya tidak hanya menjadi solusi percepatan pembangunan di daerah, tetapi mempunyai tujuan mulia agar bangsa kita bisa berdaulat secara pangan dan bisa berswasembada untuk beragam produk pertanian.

Selain itu, pertanian adalah merupakan jati diri bangsa kita. Suatu kewajiban bagi kita untuk mempertahankan di masa sekarang dan mendatang. Dengan tersedianya pangan yang cukup menjadikan bangsa kita aman dan tentram dalam bingkai NKRI. Sebaliknya, bila kelaparan, kemiskinan, dan pengangguran tidak diatasi tentu hal itu mengancam keutuhan NKRI dan bisa menimbulkan gangguan keamanan dan masalah sosial lainnya.

“Fakta menujukkan, dari waktu ke waktu kebutuhan pangan untuk penduduk dunia terus meningkat sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk. Di lain pihak, kapasitas memproduksi pangan mengalami perlambatan disebabkan faktor-faktor bersifat global, antara lain perubahan iklim dan degradasi lahan, ” tandasnya.

Saking begitu strategisnya peran transmigrasi yang bisa menjawab persoalan kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan pangan. Sebab, bila tidak diantisipasi, kesenjangan ini dapat memunculkan kerawanan pangan hingga gejolak sosial.

Kegiatan transmigrasi juga memastikan lahan-lahan yang belum digarap tidak beralih fungsi menjadi lahan yang tidak produktif atau tidak memberikan peran terhadap kemajuan pertanian dalam negeri.

Saat transmigrasi dilakukan, ikhtiar untuk melakukan perluasan areal pertanian tengah dilakukan. Ketika industri pertanian tersebut telah hidup, maka sudah dipastikan kegiatan ekonomi juga bergerak.

Investor pun perlahan melirik lokasi-lokasi transmigrasi untuk disuntikkan permodalan dan juga membuka peluang kerja baru yang menyerap banyak orang untuk dikaryakan.

Salah satu upaya menyediakan lumbung pangan, yaitu dengan pembangunan food estate untuk mendayagunakan sumber daya alam sesuai dengan program transmigrasi yang bisa disinergikan dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam satu proses produksi yang berkesinambungan.

Namun, yang terpenting dari konsep food estate itu tidak keluar dari tujuan dasarnya itu sebagai salah satu upaya penyediaan kebutuhan pangan nasional.

“Dengan adanya program ketahanan dan kemandirian pangan menjadikan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur tersebut sebagai salah satu potensi lumbung pangan nasional,” katanya.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini