Asosiasi pengacara Diyarbakir yang mewakili umat Kristen, dan pejabat pemerintah setempat menganggap penyitaan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan akan menyebabkan kerusakan budaya di kota tersebut.
Menanggapi protes ini, Kementerian Lingkungan dan Perencanaan Kota Turki menegaskan bahwa perintah pengambilalihan itu tidak memiliki motif religius, dan mengatakan bahwa mereka juga menguasai sejumlah masjid bersejarah di kota itu.
Berbeda dengan gereja Kristen yang dijalankan oleh jemaatnya, masjid di Turki didukung langsung oleh pemerintah dan diberikan dana yang menjamin keberlangsungannya.
Erdogan yang sering dijuluki sebagai Sang Sultan baru-baru ini juga mendapat kecaman setelah membungkam kebebasan pers di negaranya dengan mengambil alih surat kabar oposisi Zaman.
(Rahman Asmardika)