WASHINGTON – Kemenangan besar Donald Trump di New York pada 19 April 2016 telah membuat saingannya di Partai Republik ketar ketir. Ted Cruz dan John Kasich pun memutuskan untuk bersatu dan bekerja sama menjatuhkan kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) yang minim latar belakang politik tersebut.
Keputusan itu diumumkan keduanya pada Minggu 24 April 2016 malam, waktu setempat. Disitat dari The Guardian, Senin (25/4/2016), Senator Texas itu sepakat akan memfokuskan kampanyenya di Indiana untuk pemilihan pendahuluan pada 3 Mei mendatang. Sementara Gubernur Ohio itu akan bekerja keras dalam kampanye bakal capresnya di Oregon pada 17 Mei dan New Mexico pada 7 Juni 2016.
Keduanya akan bersatu untuk memecah suara para pendukung Trump di tiga tempat tersebut dan menghalangi dia mencapai 1237 dukungan delegasi sebelum konvensi Partai Republik pada pertengahan tahun ini.
“Untuk memastikan bahwa kami menominasikan capres Republik yang dapat menyatukan seluruh GOP dan memenangkan pemilu pada 8 November 2016, kami akan memfokuskan waktu dan sumber daya kampanye di Indiana dan memuluskan jalan Kasich di Oregon dan New Mexico,” papar manajer kampanye Cruz, Jeff Roe, seperti dikutip dari CNN.
Jeff tidak memungkiri bahwa secara matematis, Trump adalah kandidat yang paling dekat dengan tiket kemenangan. Namun hal itu harus dihentikan, karena pencalonannya dipastikan akan membawa bencana besar bagi partai.
“Mengacu kepada fakta bahwa pemilihan pendahuluan di Indiana, sistemnya adalah pemenang mengambil semua (suara di) seluruh negara bagian dan kabupaten kongres. Maka kuncinya adalah menghalangi Trump memenangkan pluralitas di Indiana. Kami sangat nyaman dengan posisi delegasi kami di Indiana, dan mengingat betapa dinamisnya kondisi pemilihan pendahuluan di sana, kami akan mengalihkan sumber daya kampanye kami di Barat dan membuka jalan bagi Cruz di Indiana,” timpal kepala strategi kampanye Kasich, John Weaver.
Mendengar lawan-lawan politiknya mau main kroyokan, Trump hanya tertawa dan menyindir mereka lewat cuitannya.
“Wow, baru saja diumumkan, si pembohong Ted dan Kasich akan berkomplot untuk menghalangi saya menjadi nominator Partai Republik. PUTUS ASA!” kicau miliarder AS itu di akun Twitter-nya.
Trump menang besar di New York dengan perolehan 60 persen atau total 89 delegasi. Sementara John Kasich mengekor jauh di bawahnya dengan 25,1 persen dukungan dan mendapat empat delegasi, sedangkan Ted Cruz tidak mendapatkan satu pun delegasi, dan persentasenya terendah, yakni 14,5 persen.
Dengan demikian, total delegasi yang sudah dikantongi Trump berjumlah 847 dari 1237 yang harus dikejar. Disusul Cruz yang sudah mengamankan 543 delegasi dan Kasich 147 delegasi.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.