Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Deretan Kemarahan dan Arogansi Ahok Memimpin Jakarta

Lina Fitria , Jurnalis-Rabu, 27 April 2016 |07:06 WIB
Deretan Kemarahan dan Arogansi Ahok Memimpin Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sifat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang terkenal kontroversial. Ungkapan kata-kata yang dicampur amarah memang kadang membuat beberapa pihak tak bisa menerimanya.

Beberapa diantaranya mungkin nyeleneh, seperti menyebut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal RS Sumber Waras yang disebutnya ngaco, hingga pernyataan kontroversialnya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membehas Reklamasi Teluk Jakarta.

Bahkan, Ahok juga pernah menyalahkan Kemendagri terkait serapan APBD DKI yang disebut nol persen pada kuartal I 2016. Hingga termutakhir, Ahok juga menyalahkan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dalam kejadian terendamnya Jakarta Utara akibat banjir beberapa waktu lalu sehingga membuat Rustam Effendi mundur dari jabatannya.

Berikut catatan kemarahan Ahok yang dirangkum Okezone berkaca dari beberapa kasus terakhir.

- Rabu, 13 April 2016 Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyebut BPK ngaco, setelah diperiksa oleh KPK selama 12 jam. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp191,33 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk proyek pembangunan RS Sumber Waras. Enggan disalahkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) justru menuding BPK ngaco.

- Selasa, 5 April 2016 Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, banyak hal yang harus terlebih dahulu dirampungkan sebelum Pemprov DKI Jakarta melancarkan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta. Proyek reklamasi, sejauh memperhatikan semua dampak yang akan diakibatkan, yakni lingkungan dan sosial kemanusiaan, dapat dibenarkan.

- Kamis, 21 April 2016 Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyangkal serapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta yang masih nol persen benar-benar terjadi. Ahok menduga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan kesalahan teknis dalam dalam melakukan penghitungan. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kementarian Dalam Negeri, dari 34 provinsi di Indonesia ada delapan yang penyerapan anggaran di triwulan I-2016 masih nol persen, salah satunya Pemprov DKI.

- Senin, 25 April 2016 Wali Kota Jakarta Utara Rustam Efendi akhirnya resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena tekanan tersebut terutama disebabkan oleh gaya kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggapnya tak bisa mengapresiasi kinerja bawahan. Rustam bahkan sempat dituduh bersekongkol dengan rivalnya dalam Pemilihan Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement