nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Mojokerto Bebas Prostitusi, Petinggi TNI Datangi Lokalisasi

Zen Arivin, Jurnalis · Rabu 27 April 2016 13:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 27 519 1373980 jelang-mojokerto-bebas-prostitusi-petinggi-tni-datangi-lokalasasi-XzwroIeugZ.jpg foto: Zen Arivin/Okezone

MOJOKERTO - Komandan Korem (Danrem) 082/Citra Panca Yudha Jaya, Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke eks lokalisasi Balongcangkring (BC), di Kelurahan Mentikan, Kecamantan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (27/4/2016).

Sidak itu menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yang akan mendeklarasikan Mojokerto Bebas Prostitusi pada 29 Mei mendatang. Dalam sidak itu, Danrem Kolonel Kav Gathut didampingi Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Djohan Darmawan serta ketua Yayasan Majapahit, Teguh Stariaji.

Di tempat itu, hampir seluruh sudut eks lokalisasi, dilakukan pengecekan secara langsung. Bahkan, Danrem juga menggali informasi kepada para penghuni eks lokalisasi terkait rencana Pemkot Mojokerto yang hendak mendeklarasikan Kota Mojokerto bebas prostitusi.

"Saya baru menjabat sebagai Danrem 082 tiga hari yang lalu, karena saya orang baru sehingga saya perlu mendapatkan masukan termasuk di Mojokerto. Tanggal 29 Mei mendatang, Pemkot Mojokerto ada program Kota Mojokerto bebas dari prostitusi. Saya harap tidak terjadi pengusuran disini seperti di Kali Jodo," ungkapnya, Rabu (27/4/2016).

Danrem mengatakan, pihaknya mempunyai kewajiban untuk mengetahui kondisi di lapangan. Sehingga, rencana pemkot untuk mendeklarasikan Kota Mojokerto bebas prostitusi itu bisa berjalan dengan lancar.

"Kita berharap tidak ada gesekan saat deklarasi nanti. Maka dari itu, harus menggunakan pendekatan yang baik, yakni dengan menjalin komunikasi dengan mereka," imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan menyiagakan pasukan guna memback-up deklarasi Kota Mojokerto Bebas Prostitusi yang akan dilakukan Pemkot pada 29 Mei mendatang. Hal itu untuk mengantisipasi adanya ketersinggungan antara warga dengan Pemkot Mojokerto.

"Kita juga akan menyiapkan personel untuk memback-up pihak kepolisian dan Pemkot Mojokerto, jika memang diperlukan untuk menghindari gesekan. Namun kita berharap, penertiban itu bisa dilakukan dengan cara non fisik dan tanpa adanya gesekan," harapnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini