Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya ketika pembiayaan masih didominasi dengan mata uang dolar. Akibatnya, fluktuasi nilai dolar terhadap rupiah seringkali merugikan jamaah haji.
"Sebagai contoh, tahun lalu kita harus mengalokasikan dana pengaman untuk melindungi nilai mata uang rupiah sebesar Rp100 miliar. Sekarang, turun drastis menjadi hanya Rp40 milliar. Itu pun sudah termasuk perlindungan rupiah atas fluktuasi nilai riyal dan antisipasi bencana," katanya.
Selain itu, juga ada sejumlah efisiensi yang dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun sebelumnya seperti penurunan pagu biaya pemondokan di Makkah.
Efisiensi pemondokan sebesar Rp40 milliar pada tahun sebelumnya di Makkah dapat digunakan untuk menghemat pembiayaan.
"Selain itu masih ada beberapa komponen lain yang secara signifikan dapat meringankan beban jamaah dalam melunasi BPIH," jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.