Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok Lecehkan Kontrak Politik Jokowi soal Penggusuran

Gunawan Wibisono , Jurnalis-Selasa, 03 Mei 2016 |21:16 WIB
Ahok Lecehkan Kontrak Politik Jokowi soal Penggusuran
Diskusi Redbons (foto: M. Sabki/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melecehkan dan mengabaikan kontrak politik Joko Widodo (Jokowi) pada saat ingin maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma mengatakan, pada saat ingin maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 silam, Jokowi berjanji tidak akan melakukan penggusuran terhadap pemukiman kumuh, melainkan akan ditata sehingga menjadi lebih baik.

"Ahok tidak lagi meniru cara Jokowi yang ingin menata warga, bukan menggusur," ujar Lius dalam Live Streaming Talkshow Rednons Discussion yang bertemakan, 'Potret Buruh, Reklamasi dan Penggusuran', Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (3/4/2016).

(Baca juga: KSPI: Buruh Terdepan Tolak Penggusuran!)

Dengan mengabaikan kontrak politik Jokowi itu, kata dia, sama saja Ahok telah menusuk dari belakang pria asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut. Padahal, Jokowi dalam meraih dukungan warga sampai berani berjanji memberikan kontrak politik tersebut.

"Kontrak politik Jokowi itu sudah dilanggar, Jokowi ini ditikam dari belakang oleh Ahok," katanya.

Sekedar informasi, saat ingin maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berjanji dan memiliki kontrak politik tidak melakukan penggusuran ke pemukiman kumuh. Berikut isi lengkap kontrak politik yang ditandatangani Jokowi saat mencalonkan diri menjadi Cagub DKI Jakarta, 2012-2017.

Kontrak Politik

Ir H Joko Widodo

Calon Gubernur DKI Jakarta 2012-2017

Sabtu 15 September 2012 di Muara Baru Penjaringan, Jakarta Utara

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement