Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Penyayatan Berharap Agar Pelaku Direhabilitasi

Prabowo , Jurnalis-Rabu, 04 Mei 2016 |11:43 WIB
Korban Penyayatan Berharap Agar Pelaku Direhabilitasi
Pelaku penyayatan saat dihadapkan dengan media (Prabowo/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Korban penyayatan Nelly Ratnasari (19) berharap agar pelaku diproses hukum sesuai aturan yang ada. Namun, jika pelaku penyayatan mengalami gangguan jiwa, dia berharap agar pelaku direhabilitasi.

"Kalau misalnya dia mengalami gangguan jiwa ya sebaiknya direhabilitasi," kata mahasiswi Ahmad Dahlan Yogyakarta itu saat dikonfirmasi, Rabu (4/5/2016).

Ia menambahkan, agar pelaku bisa sembuh dari sakit gangguan jiwa yang dialaminya. Sebab, apa yang dilakukan dengan melakukan penyayatan secara beruntun itu sudah membuat resah masyarakat.

"Ya kalau bener-bener gila, ya harus disembuhkan agar tidak membuat resah dengan melukai orang begitu saja," serunya.

Sebagaimana diketahui, keluarga pelaku menyatakan bahwa Bobby Adhie Nugroho (40) mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu disampaikan Salukah (63), kakak ipar Bobby pada wartawan di Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini.

Menurutnya, Bobby sempat diperiksa ke rumah sakit swasta jauh hari sebelum penyayatan terjadi. Hasil analisa dokter menyebut bahwa pelaku penyayatan empat perempuan di Kota Yogyakarta itu mengalami gangguan jiwa.

"Hasilnya memang ia agak stres. Orangnya diam, tapi kalau diajak bicara tidak mau melihat kepada lawan bicaranya. Selain itu, kalau ngomong kalem banget," ujarnya kepada wartawan, Selasa 3 Mei 2016.

(Baca juga: Istri Pelaku Penyayatan Berencana Sambangi Bobby ke Polda DIY)

Senada disampaikan Joko Upoyo, yang juga kakak ipar Bobby. Joko mengaku sudah lama curiga jika terdapat kelainan pada diri adik iparnya itu. Menurutnya, Bobby kerap berperilaku aneh.

"Kalau diajak bicara susah, bahkan sering kali langsung masuk kamar. Selain itu, ia kalau buang air kecil selalu di samping rumah. Padahal ada kamar mandi di rumah itu. Kalau keluar kamar tidak lewat pintu, tapi melalui jendela," katanya.

Sementara itu, polisi masih mendalami psikologi pelaku. Hal itu ditegaskan Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat dalam keterangan pers, siang kemarin.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement