JAKARTA - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti menyebut angka kriminalitas di wilayah Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, tergolong tinggi. Penyebabnya, tak lain karena kemiskinan yang masih melekat di kawasan tersebut.
"Daerah kriminalnya tinggi, lokasinya dekat dengan hutan. Akibat kemiskinan jadi pemicu," ujar Ridwan di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Rabu (4/5/2016).
Selain itu, akses menuju kawasan tersebut juga minim. Saat ini jalur ke lokasi dari Sumatera Selatan hanya dilalui dari Lebong. Untuk mencegah terulangnya kembali pembunuhan dan pemerkosaan yang dialami Yuyun, Ridwan memastikan bakal membangun pondok pesantren di sana.
"Kita akan bangun ponpes di sana, aktivis dan relawan. Akses lain, itu hanya dari askes ke Sumsel, seperti di Lebong. Ini tidak jadikan sandra, masyarakat setempat pelaku kriminal. Hampir setiap pagi. Sebelum Yuyun, ada mahasiswa," imbuhnya.
Faktor lain yang memicu tingginya kriminalitas lantaran adanya tuntutan pemekaran di wilayah tersebut. Pasalnya, selama 10 tahun kawasan itu kurang terjangkau pembangunan.
"Mereka menuntut pemekaran. Selama 10 tahun kurang terjangkau pembangunan. Persoalan kemiskinan dan pendidikan, krisis teladan di tengah masyarakat. Saya bangun pesantren, sekolah unggulan," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.