Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Marak Kejahatan Seksual, Pemerintah Harus Fokus pada Pencegahan

Dara Purnama , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2016 |06:30 WIB
Marak Kejahatan Seksual, Pemerintah Harus Fokus pada Pencegahan
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, siswa SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu muncul ke permukaan, banyak kasus serupa terungkap. Yang terbaru adalah kasus pembunuhan sadis terhadap Eno Parihah, karyawati pabrik yang tewas di Mess Kosambi dengan gagang cangkul tertancap di kemaluannya.

Sosiolog Musni Umar menilai Indonesia memang sudah masuk ke dalam kondisi darurat kekerasan seksual. Oleh karena itu, solusi yang dia tawarkan adalah pemerintah harus fokus menyelesaikan permasalahan ini mulai dari hulunya.

"Publik maupun pemerintah lebih banyak bicara di hilir saja, yakni kekerasan itu sendiri. Itu sikap yang reaktif. Karena bicara di hilir, muncul ide pelaku dikebiri atau dihukum mati. Yang seharusnya dilakukan bagaimana mencegah bagaimana kekerasan seksual itu tidak berlanjut," kata Umar kepada Okezone, Senin (23/5/2016).

(Baca Juga : MUI Desak Pemerintah Terapkan Hukuman Mati Penjahat Seksual)

Bentuk penyelesaian masalah di hulu tersebut, lanjut Umar, pemerintah harus mencegah peredaran minuman keras. Selanjutnya menghentikan penayangan berbau pornografi di media sosial dan memberantas peredaran narkoba.

"Harus dicegah yang membuat mereka (pelaku) melakukan (kekerasan seksual) seperti peredaran miras yang meluas di masyarakat. Kedua, penyebab kekerasan seksual yang berujung kematian karena maraknya pornografi. itu harus dihentikan penayangannya baik Youtube maupun di medsos. Narkoba juga mendorong orang melakukan kegiatan seksual. Hal-hal itu yang harus diberantas pemerintah," paparnya.

Selain mencegah hal-hal yang menjadi penyebab dari kekerasan seksual, juga perlu ada kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan di masyarakat.

"Masyarakat harus berperan, jangan acuh. Secara tidak disadari, jika acuh maka membiarkan berbagai kejahatan yang membawa maut itu yang umumnya korbannya adalah perempuan," ucapnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement