Menurut laporan yang dilansir Daily Mail, Sabtu (4/6/2016), saat ini Khilji hidup dengan membuka sebuah klinik tak berizin di Quetta, di mana dia mengobati pasien yang mengalami penyakit ringan seperti sakit kepala dengan biaya yang murah. Dia juga mengelola sebuah seminari pembelajaran Alquran yang beranggotakan sekira 400 orang.
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengalami kesulitan keuangan untuk menghidupi anak-anaknya. Dia bahkan telah menyekolahkan 20 dari 35 anaknya ke sekolah swasta. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana caranya membayar semua pengeluarannya hanya dengan pekerjaannya sebagai seorang teknisi medis.
Meski mengatakan keluarganya hidup harmonis dan istri-istrinya mendukung kegiatannya, aktivis hak perempuan mengkritik kehidupan poligami Khilji. Menurut Rafia Zakaria pada kehidupan seperti yang dijalani Khijili, perempuan dan anak-anak yang akan menderita.
Rafia mengatakan bahwa dalam Alquran seorang pria diperbolehkan untuk memiliki maksimal empat orang istri hanya jika bisa memberikan keadilan yang sempurna kepada mereka.
“Keadilan yang sempurna adalah hal yang mustahil, dan karena alasan inilah poligami tidak pernah menjadi sebuah situasi yang baik,” ujarnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.