“Sejak menjadi seorang Kristen, saya tidak takut siapapun. Sepanjang hidup, saya mencari kedamaian dan kebahagiaan. Tapi dalam Islam saya tidak menemukannya. Menjadi seorang Kristen justru bermakna kebahagiaan,” tutur Shima, seorang pengungsi asal Iran.
“Dalam Islam, kami selalu hidup dalam ketakutan. Takut pada Tuhan, pada dosa, pada hukuman. Di sisi lain, Kristus merupakan Tuhan yang penuh kasih,” timpal Solmaz, pengungsi wanita Iran lainnya kepada Stern, dikutip RT, Rabu (8/6/2016).
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.