nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peng Liyuan, dari Penyanyi, Tentara hingga Ibu Negara China

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2016 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 10 18 1411509 peng-liyuan-dari-penyanyi-tentara-hingga-ibu-negara-china-Q80AYsFrB5.jpg Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan. (Foto: Reuters)

TIDAK ada yang pernah bisa menerka perjalanan hidup seseorang. Demikian halnya dengan Peng Liyuan, ibu negara China. Berawal dari seorang penyanyi seni tradisional Negeri Tirai Bambu, Peng kemudian melejit menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia 2016 versi majalah Forbes.

Karier perempuan asal Provinsi Shandong ini bermula ketika masuk ke Tentara Pembebasan Rakyat pada usia 18 tahun sebagai seorang pejuang biasa. Namun karena bakat menyanyinya yang luar biasa, Peng didapuk untuk tampil di depan para prajurit garda terdepan saat konflik perbatasan China-Vietnam demi menaikkan moral mereka.

Kariernya mulai menanjak ketika menyanyikan lagu berjudul ‘On the Plains of Hope’ pada 1982 dalam acara CCTV New Year Gala. Sejak saat itu, Peng hampir setiap tahun tampil serta menyanyikan lagu di gelaran tersebut.

Bakat dan kecantikannya membius hati Xi Jinping yang pada 1980 masih menjadi seorang akademisi biasa. Kedua insan tersebut bertemu setelah diperkenalkan oleh kawan masing-masing.

Kedua sejoli tersebut lalu menikah pada 1 September 1987 di Xiamen, Fujian, China. Pasangan Xi-Peng dikaruniai seorang putri yang lahir pada 1992 dan diberi nama Xi Mingze. Meski telah menjadi sepasang suami-istri, keduanya lebih banyak hidup terpisah. Pun begitu, pernikahan mereka hingga hari ini tetap harmonis.

Bagaimana tidak, pada November 2012, Xi Jinping dinobatkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, sebuah prestasi yang cukup menggembirakan. Karier sang suami semakin melejit setelah pada Maret 2013 diberi mandat sebagai Presiden China. Sejak itu, Peng mulai diberi julukan Ibu Negara oleh media.

Tidak mau kalah dengan sang suami, Peng juga memiliki prestasi sendiri. Selain menjabat sebagai Presiden Akademi Seni Tentara Pembebasan Rakyat, perempuan berusia 53 tahun tersebut juga ditunjuk sebagai Duta Besar WHO untuk melawan penyakit tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS sejak 2011. Kemudian, Peng kini menjadi utusan khusus UNESCO untuk pendidikan bagi perempuan.

Ketika mengunjungi Istana Buckhingham, Inggris, bersama sang suami, pada Oktober 2015, Peng berpidato dalam bahasa Inggris mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bangga dapat bekerja sama dengan PBB. Peng juga mengatakan dirinya telah melihat sendiri apa saja yang dapat ia lakukan untuk terus mengampanyekan pendidikan untuk perempuan.

Xi Jinping sering dianggap memiliki citra atau image yang kuat. Peng dianggap sebagai penyeimbang kuatnya citra Xi. Peng disebut-sebut membantu mempromosikan citra kelembutan China di muka warga dunia. Tidak heran, Peng dinobatkan sebagai perempuan berpengaruh nomor 58 dari 100 orang oleh majalah Forbes pada 6 Juni 2016.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini