Share

Nicola Sturgeon, Perempuan Paling Berpengaruh Kedua di Britania Raya

Silviana Dharma, Okezone · Jum'at 10 Juni 2016 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 10 18 1411856 nicola-sturgeon-perempuan-paling-berpengaruh-kedua-di-britania-raya-7GW4UV0Unx.jpg Nicola Sturgeon, PM Skotlandia Kelima. (Foto: WPA Pool/Getty Images)

SELAIN perempuan pertama Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang pemerintahannya masih seumur jagung tetapi sudah diakui sebagai perempuan paling berpengaruh di dunia, ada Perdana Menteri Skotlandia, yakni Nicola Ferguson Sturgeon di urutan ke-50.

Mirror, Jumat (10/6/2016), bahkan mengaku terkejut dengan masuknya Sturgeon ke dalam kategori tersebut. Sebab, nama Samantha Sheffield, istri Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang aktif sebagai duta besar kampanye Save the Children, saja tidak ada dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes tersebut.

Sementara Ratu Elizabeth II masih lebih juara, dengan menempati posisi 29 dari 100 perempuan berpengaruh dan 11 dari 26 perempuan pemimpin politik. Posisi tersebut dengan demikian menobatkan Sturgeon sebagai perempuan paling berpengaruh kedua se-Britania Raya.

Sekilas tentang Sturgeon. Ia adalah politisi Partai Skotlandia Nasional (SNP) kelahiran Irvine, 19 Juli 1970. Dia adalah anak tertua dari tiga bersaudara, yang semuanya perempuan. Menempuh studi hukum di Universitas Glasgow, ia memperoleh gelar sarjananya pada 1992 dan menjalani pelatihan hingga mendapat sertifikat untuk membuka praktik pengacara beberapa tahun kemudian.

Ia kemudian bergabung menjadi kader partai mulai 1986. Tahun pertama, dia masuk dalam keanggotaan Kampanye Pelucutan Senjata Nuklir. Kurang dari lima tahun, Sturgeon sudah dipercayakan menjadi wakil ketua untuk Rapat Pemuda dan urusan publik.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada 1992, ia pertama kalinya mengikuti pemilu. Dia menjadi kandidat parlemen termuda saat itu (22 tahun), namun dia gagal. Selama beberapa tahun dia terus mencoba dan sebanyak itu juga semangatnya dipatahkan.

Namun dia terus berkecimpung di dunia politik. Sampai pengakuan itu datang pada 1999, ia ditunjuk menjadi menteri bayangan dalam kabinet bayangan PM saat itu Alex Salmond dan wakilnya, John Swinney. Selama tiga tahun berikutnya, dia menjadi menteri bayangan di bidang yang berbeda.

Akhirnya, pada 2014, kerja kerasnya membuahkan hasil. Alex Salmond mengumumkan pengunduran dirinya dan menunjuk istri Peter Murrell itu sebagai PM kelima bagi rakyat Skotlandia.

Berdasarkan penilaian Forbes, Sturgeon pantas dinominasikan sebagai perempuan berpengaruh di bidangnya karena keteguhan hatinya. Terlepas dari partainya yang didera kekalahan dalam pemilu Mei, perempuan berambut pendek itu tetap optimis bisa mengumpulkan dukungan yang dia butuhkan untuk referendum kemerdekaan. Apalagi popularitasnya juga menjadi umpan bagus untuk menarik dukungan bagi partainya.

Selain berjuang untuk pemisahan seutuhnya dari Inggris, Sturgeon juga dikenal vokal menyuarakan kampanye Brexit, yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Pada November 2015, jajak pendapat YouGov dengan 30.000 responden asal Skotlandia bahkan menempatkan dia sebagai sosok paling populer dan dikagumi secara luas. Dengan perbandingan, Ratu Elizabeth II hanya berada di posisi kelima.

Menanggapi keterpilihan PM mereka dalam jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di dunia, juru bicara pemerintah Skotlandia berkomentar, โ€œdaftar perempuan paling berpengaruh di Forbes merupakan pengakuan penting atas kinerja PM kami dan kancah Skotlandia sebagai bangsa di panggung internasional.โ€

Di antaranya, pengakuan terhadap kontribusinya dalam perdebatan internasional mengenai kebijakan domestik dan luar negeri, serta isu-isu HAM, perubahan iklim dan Referendum Uni Eropa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini