nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Tumpukan Uang Tebusan 50 Juta Peso untuk Bebaskan 10 WNI

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2016 15:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 17 337 1418008 ini-foto-uang-tebusan-50-juta-peso-untuk-bebaskan-10-wni-Esjw7r2EIM.jpg Foto:Ist

JAKARTA - Tenggat waktu yang diberikan kelompok Abu Sayyaf sudah semakin dekat. Selain itu, pemenggalan warga negara Kanada bernama John Ridsdel membuat PT Patria Maritime Lines, operator kapal tugboat Brahma 12 dan tongkang Anand 12, semakin cemas.

Bahkan, mereka mengancam akan mengeksekusi salah satu ABK jika permintaan mereka tak dipenuhi sesuai batas waktu yang diberikan. (Baca juga: Video Eksklusif 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf).

Perusahaan pun sepakat memenuhi permintaan Abu Sayyaf yaitu 50 juta peso yang akan ditukar dengan 10 WNI. Perusahaan meminta bantuan sejumlah purnawirawan, sipil, dan intelijen Filipina sebagai tim negosiator.

Di antaranya Mayjen (Purn) Kivlan Zen, dan seorang sipil bernama Budiman. Kedua nama ini dipilih karena dikenal handal. Kivlan Zen mengenal dekat pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari.

"(Sebanyak) 10 WNI yang disandera faksi Tawing Umair dititipkan oleh Al Habsyi Misa karena mereka kesulitan untuk memberi makan," ujar sumber Okezone.

Sedangkan Al Habsyi Misa adalah mantan sopir dan pengawal saat Nur Misuari menjadi Gubernur Otonomi Muslim di Mindanao atau ARMM pada 1996-2001.

Dua koper berisi uang sebesar 50 juta peso pun telah disiapkan pihak perusahaan yang diserahkan kepada Budiman. Koper berisi uang itu juga dikawal oleh aparat.

Selain itu, perusahaan juga telah menyewa pesawat untuk membawa tim dan uang tunai. "Perusahaan memang sudah menyiapkan (duit), namun sama sekali tidak keluar duit karena ini murni negosiasi," ujarnya.

Kivlan pun membenar foto yang ditunjukan Okezone tentang seseorang yang bernama Budiman sedang membawa duit tebusan.

"Ya benar, itu Budiman tapi saya mendapat informasi dia orangnya Surya Paloh. Makanya saya kaget ketika saya sudah berhasil membebaskan 10 sandera mereka langsung di bawa oleh tim dari Surya Paloh," sesal Kivlan.

Kivlan saat itu meminta Al Habsyi untuk membebaskan semua sandera yang dititipkan Tawing. Semua sandera dilepaskan pada 1 Mei 2016 dan dibawa ke rumah Gubernur Sulu Abdusakur Toto Tan Junior.

"Mereka dijamu dan diberi makan setelah itu diserahkan ke tentara Filipina di pangkalan militer di Jolo menuju Zamboangan," ungkapnya.

Saat ini kata Kivlan, sosok yang bernama Budiman tersebut sudah berada di Mozambik, Afrika. "Setahu saya sekarang dia berada di Afrika (Mozambik) karena saya baca statusnya dia sedang pergi ke Afrika," tandasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini