Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Eks Teman Ahok yang Dibayar dan Memalsukan KTP

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 22 Juni 2016 |17:04 WIB
Kisah Eks Teman Ahok yang Dibayar dan Memalsukan KTP
Eks Teman Ahok (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Richard Sukarno, salah seorang eks Teman Ahok, menceritakan awal mula dirinya ditawarkan bergabung dengan Teman Ahok untuk mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta melalui jalur independen.

Richard yang diketahui debt collector Bank ‎BPR Intidana tersebut ditawari seorang relawan untuk bergabung dengan Teman Ahok lantaran dia dapat mengumpulkan massa.

"Sebelumnya saya memang relawan. Dari awal kan memang kerja saya merekrut teman-teman dengan janji apa yang dikatakan operator Teman Ahok. Kan kalau saya pelaksana, mereka bilang kita kasih fasilitas laptop, printer," ujar Richard di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

Selanjutnya, setelah teken kontrak dan sepakat untuk mengumpulkan KTP dengan dibayar dana operasional Rp500 ribu per minggu, akhirnya Richard merekrut rekan-rekannya.

"Tapi karena kita dikejar target,‎ terus enggak ada penjelasan yang jelas soal KTP yang dikumpulin makanya kami pakai banyak cara. Hampir semuanya kaya gitu. Oknum kelurahan juga main, barter KTP," ucapnya.

Setelah mengetahui terdapat banyak kecurangan yang d‎ilakukan Teman Ahok, mulai dari transparansi dana hingga proses pengumpulan KTP, akhirnya Richard tak melanjutkan kegiatan itu.

‎"Itu saya enggak sampai setahun teken kontrak dari Juli sampai Mei. Tapi, sebelum bulan Mei saya sudah enggak di sana, tapi nama saya masih ada di website. Itu yang teman-teman merasa terganggu dicatut namanya," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement