Share

Hamili Siswi SMK, Dukun Cabul Digelandang Polisi

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 29 Juli 2016 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 29 525 1449969 hamili-siswi-smk-dukun-cabul-digelandang-polisi-QHlwIjFLLY.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KARAWANG - Pandi alias Abah (62) yang mengaku sebagai dukun diringkus jajaran Polres Karawang, akibat menghamili pelajar Kelas 3 SMK. Pelaku ditangkap di rumahnya, Dusun Pundong, Desa Belendung, Kecamatan Klari.

"Pelaku mengaku menakuti korban dengan mengancam akan menyantet keluarga korban, jika tidak mau melayani nafsunya," kata Kasat Reskrim Polres Karwang AKP Hairullah, kepada wartawan, Jumat (29/7/2016).

Menurut Hairullah, peristiwa pemerkosaan dukun bejat ini bermula ketika korban pulang sekolah, dan bertemu dengan pelaku di sebuah gang yang berada tak jauh dari rumah korban.

Saat itu, pelaku langsung mengajak korban bersetubuh dan korban menolak. Saat itu, korban mengatakan, "Emang gue jablay". Mendengar jawaban korban, pelaku kesal dan mengancam akan menjahili korban.

Mendapat ancaman tersebut, korban ketakutan, karena pelaku diketahuinya sebagai dukun terkenal di kampungnya. Akhirnya, korban mengikuti ajakan pelaku ketika dibawa ke rumahnya. Korban pertama ditiduri saat masih kelas 3 SMP.

"Jadi peristiwa ini terus berlanjut, sampai korban duduk di kelas 3 SMK. Dalam menjalankan aksinya, pelaku terus mengancam korbannya," jelasnya.

Perbuatan yang dilakukan pelaku akhirnya terbongkar setelah korban diketahui hamil dua bulan oleh orangtuanya. Orangtua korban curiga dengan kondisi fisik korban yang terus membesar.

Setelah dilakukan pemeriksaan ke forensik RSUD Karawang diketahui korban tengah hamil dua bulan. "Jadi bukan hanya sekali saja pelaku menyetubuhi korban, itu terjadi dari tahun 2012 hingga terakhir April 2016," bebernya.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, orangtua korban melaporkan kasus ini ke Polres Karawang dan ditangani petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA). Akhirnya, pelaku ditangkap. Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatannya.

"Perbuatan pelaku terhadap korban dengan cara mengancam, hingga korban mau melakukan itu. Kini pelaku sudah kami tangkap dan kami ditahan di tahanan mapolres," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurangan penjara minimal lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini