Laporan ini datang sehari setelah AS melancarkan serangan udara ke jantung pertahanan ISIS di Libya. Pentagon menerangkan, serangan yang merupakan bagian dari kampanye udara tersebut diluncurkan guna mendukung pasukan pemerintah Libya memukul mundur ISIS di Sirte. Kawasan ini berada di tengah-tengah antara Tripoli dan Benghazi.
“Secara spesifik, serangan udara AS menyasar infrastruktur kelompok teroris itu. Seperti, tank, senjata kaliber besar, pusat komando dan kontrol yang menggunakan persenjataan secara presisi,” kata seorang pejabat senior AS.
Pada mulanya, ISIS diperkirakan memiliki sedikitnya 5.000 militan di Sirte. Namun penggempuran yang digencarkan selama beberapa bulan terakhir, diyakini pemerintah AS dan Libya sudah menurunkan jumlah mereka hingga tersisa 2.000 militan.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.