Sementara itu, Maria menyebutkan bahwa tim yang terbentuk akan segera melakukan penyelidikan ke lapangan minggu depan.
Sekadar diketahui, KPAI mencatat sejak 2010-2015, ada 24 anak yang tewas akibat terjatuh di dalam lubang bekas galian pertambangan batubara di Kalimantan Timur, yang lokasinya berada di tengah permukiman masyarakat.
Selain itu, tidak ada pembatas antara pertambangan dan permukiman warga. Lalu lubang bekas galian tak diberikan tanda padahal kedalamannya itu mencapai ratusan meter.
Sejak 2010 KPAI sudah menerima laporan korban yang tewas dan di tahun 2013 tercatat ada sembilan korban. Lalu pada tahun 2015 lalu datanya bertambah menjadi 24 orang.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.