Image

Cerita Jamaah Haji ketika Salat di Raudah Dikawal Laskar Gaib

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2016, 15:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 05 519 1456010 cerita-jamaah-haji-ketika-salat-di-raudah-dikawal-laskar-gaib-JSGCdO7t3Q.jpg Ilustrasi Raudah (Sumber: Twitter)

SURABAYA - Bagi yang pernah berangkat haji tentunya pernah datang ke Raudah. Tempat ini berada di antara Masjid Nabawi dan rumah Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa kitab manasik, sunah hukumnya melakukan Salat Sunah Mutlak dua rakaat di sana.

Ada keyakinan berdoa di Raudah ini sangat mudah terkabul. Dalam beberapa kitab manasik haji disebutkan bahwa di tempat ini ada dua tiang. Tiang itu banyak disebut oleh para jamaah haji sebagai Tiang Fatimah (Fatimah Azzahra) dan Tiang A'isyah (Siti Aisyah, istri Nabi).

Nama-nama tiang itu berdasarkan kebiasaan yang dilakukan pada zaman dahulu. Disebut sebagai Tiang Fatimah karena di tempat itu Fatimah Azzahra (putri Nabi) mengaji. Sedangkan Tiang A'isyah juga karena di tempat itu istri Nabi mengaji dan berdoa.

Sejumlah jamaah haji dari belahan dunia ingin melakukan Salat Sunah Mutlak dua rakaat di tempat tersebut. Namun karena banyaknya jamaah yang berkunjung ke sana, salat sunah jadi sangat sulit dilakukan.

Beberapa jamaah haji hanya bisa berdoa. Jika sudah selesai maka langsung diusir oleh para laskar (aparat keamanan) setempat.

Siti Zulaikah, salah satu jamaah haji asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, memiliki pengalaman yang unik saat berada di Raudah.

Perempuan ini memiliki pengalaman gaib bisa salat di Raudah, tepatnya di dekat Tiang Fatimah. Tak hanya itu, selama menjalankan Salat Sunah Mutlak dua rakaat, Siti Zulaikah dijaga empat orang laskar.

"Masuk ke Raudah harus antre. Berdesak-desakan. Apalagi untuk jamaah haji perempuan sangat dibatasi," kata Siti kepada Okezone, Jumat (8/5/2016).

Aturan pembatasannya adalah bagi jamaah haji perempuan bisa berkunjung ke Raudah hanya pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

"Untuk jamaah perempuan hanya saat waktu Dhuha hingga sebelum Salat Dhuhur. Setelah itu tidak boleh. Kalau untuk jamaah laki-laki setelah itu hingga selepas Salat Isya atau sekira pukul 21.00 WIB," jelasnya.

Keinginan Siti yang berangkat haji pada 2001 ini agar bisa Salat Sunah Mutlak dua rakaat dan berdoa di Raudah akhirnya terkabul. Namun, ada pengalaman gaib saat berada di sana.

Sama seperti jamaah haji lainnya, Siti masuk dari pintu 29. Semua jamaah haji bisa masuk namun untuk salat sangat susah. Saat berada di Raudah, tepatnya di dekat Tiang Fatimah, tiba-tiba ada laskar yang berteriak.

"Saat di situ laskar berteriak kepada saya: 'Ya hajah salat, ya hajah salat'," ujar Siti menirukan perkataan laskar.

Tanpa banyak bertanya, ia pun langsung salat. Anehnya, ada empat laskar perempuan yang menjaganya saat melakukan salat tersebut. Usai salat, Zulaikah pun sempat berdoa hingga tuntas.

Setelah doa selesai langsung diminta untuk bangkit meninggalkan lokasi itu oleh laskar yang lainnya.

"Biasanya ketika bisa salat mengetahui orang salat sudah salam langsung diusur oleh laskar itu. Lha waktu itu saya masih sempat berdoa dan doa hingga tuntas baru diusir. Nah, yang mengusir seingat saya bukan laskar yang meminta saya untuk salat itu," kenangnya.

Siti mengaku heran, setelah usai berdoa laskar yang mempersilakan untuk salat dan tiga penjaga lainnya sudah tidak terlihat lagi. Namun demikian, ia mengaku beruntung sekali bisa Salat Sunah Mutlak dua rakaat dan berdoa di Raudah.

Seperti diketahui, Raudah artinya 'taman' yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Raudah yang dimaksud di sini tentu adalah area antara rumah dengan mimbar Nabi sebagaimana hadis sahih Riwayat Bukhari: “Maa baina baitii wa minbarii Raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii.”

Artinya 'Antara rumahku dan mimbarku adalah Raudah (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).

Status 'taman surga' inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini untuk salat dan berdoa.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini