Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand

Emirald Julio , Jurnalis-Senin, 08 Agustus 2016 |19:01 WIB
Sejarah Referendum Berbagai Negara, dari Brexit hingga Thailand
Foto warga Katalunya yang menyuarakan pendapat mereka terkait status wilayah mereka (Foto: Occupy.com)
A
A
A

Referendum Skotlandia

Referendum terkait Skotlandia yang hendak memisahkan diri dari Britania Raya diadakan pada 18 September 2014. Rancangan referendum Kemerdekaan Skotlandia sendiri mulai dibentuk pada 2013.

Pada November 2013, rancangan tersebut disetujui oleh Parlemen Skotlandia yang dilanjutkan dengan munculnya kesepakatan dengan pemerintah Inggris. Kesepakatan ini akhirnya dinamakan dengan Scottish Independence Referendum Act 2013.

Dilaporkan, agar referendum ini digolkan, maka proposal ini perlu disetujui oleh mayoritas warga Skotlandia yang minimal berusia 16 tahun. Tidak lama kemudian, di Skotlandia muncul dua kelompok yang berbeda terkait referendum tersebut. Pertama adalah kelompok “Yes Scotland” yang bertujuan mengampanyekan kemerdekaan Skotlandia, sedangkan kelompok kedua bernama “Better Together” yang tujuan utamanya adalah untuk menyatakan Skotlandia tetap lebih baik bersama dengan Britania Raya.

Pada pemungutan suara terkait referendum tersebut, warga Skotlandia dihadapkan dua jawaban yaitu “Yes” atau “No”. Tidak lama kemudian terungkap bahwa mayoritas warga Skotlandia menolak untuk negerinya memisahkan diri dari Britania Raya. Sebab 55,4 persen atau 2.001.926 orang memilih jawaban “No” yang berarti mereka menginginkan Skotlandia tetap menjadi bagian Britania Raya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement