Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tingkatkan Produksi Susu Sapi, Peternak Kenya Gunakan Musik

Tingkatkan Produksi Susu Sapi, Peternak Kenya Gunakan Musik
Ilustrasi peternakan sapi perah (Foto: Wise Geek)
A
A
A

NAIROBI  - Seorang peternak Kenya telah menggunakan metode unik agar membuat sapinya dapat menghasilkan susu lebih banyak. Dilaporkan, sang peternakan menggunakan musik serta acara televisi untuk membuat sapinya lebih produktif.

Arnold Njau, yang berasal dari Kabupaten Nakuru di bagian barat laut Kenya, tampil dengan tindakan berani tersebut. Ia mempergunakan televisi di kandang sapi untuk membuat hewan peliharaannya terhibur sepanjang siang dan malam demi meningkatkan produksinya.

"Persis seperti manusia, sapi juga bisa jenuh dan memerlukan sesuatu untuk menenangkan diri mereka dan membuat mereka nyaman serta membuat mereka memproduksi lebih banyak susu," kata Njau, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Sabtu (13/8/2016).

Njau melakukan tindakan tersebut setelah ia melihat temuan penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan memberi sapi perah nama manusia dapat mendorong mereka memproduksi lebih banyak susu. Setelah menguji temuan itu dan memperoleh hasil positif, ia mulai menggunakan hiburan untuk para sapinya. Tindakan itu pun kerap membuatnya dicap konyol dan tak masuk akal oleh tetangganya.

"Banyak orang menjauhi saya dan menghindari saya. Bahkan ada yang mengatakan saya mesti pergi memeriksakan kejiwaan saya," katanya. Namun metode anehnya itu ternyata terbukti efektif, pasalnya produksi susu sapi ternaknya dilaporkan meningkat dari 15 hingga 20 liter menjadi lebih dari 25 liter.

Pensiunan guru tersebut sekarang telah dikontrak oleh satu organisasi nonpemerintah untuk melatih para peternak sapi lain mengenai metode baru peningkatan produksi susu tersebut. Njau juga telah mengembangkan menu untuk sapi peliharaannya. Ia memberi sapinya campuran jagung kuning dan rumput gajah yang ia campur dengan makanan susu, kue biji kapas, dan kubis.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement