Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Sel Diisi 200 Orang, Tahanan Narkoba Filipina Menangis

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2016 |11:01 WIB
Satu Sel Diisi 200 Orang, Tahanan Narkoba Filipina Menangis
Narapidana narkoba di Filipina. (Foto: ITV)
A
A
A

MANILA – Semangat berapi-api Presiden Rodrigo Duterte memberantas peredaran narkoba di Filipina telah membuat ribuan orang berjejal dalam penjara sempit di Kota Quezon. Penjara yang dibangun pada 1950 itu seharusnya hanya digunakan untuk menahan 800 narapidana, tetapi kini jumlahnya membeludak hingga 4.024 orang.

Kebanyakan dari mereka terpaksa menyerahkan diri ke penjara setelah The Punisher - julukan bagi Duterte - memperbolehkan warga Filipina dan polisi untuk menembak mati pengedar narkoba di jalan. Kebijakan ini menuai kritik keras dari dalam negeri maupun komunitas internasional.

Faktanya, tetap saja ratusan orang tewas bersimbah darah di jalan. Pekan lalu, sedikitnya ada 70 orang dalam sehari yang dibui karena terlibat peredara narkotika. Hingga akhirnya, hampir 700 ribu pengguna barang haram tersebut menyerahkan diri dan tinggal di penjara.

Salah satu kisah pilu datang dari seorang tahanan bernama Rolly. Usianya baru 22 tahun. Dia ditahan sejak pekan lalu karena kedapatan membawa sabu. Persidangannya dijadwalkan September, tetapi bisa jadi lebih lama dari itu. Namun, untuk menghirup udara bebas tenggatnya masih berbulan-bulan atau hitungan tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement