JAKARTA - Ali Imron, pelaku Bom Bali I untuk beberapa jam bisa menghirup udara luar. Mengenakan batik, lelaki kelahiran 1970 itu berjalan cepat setelah mengikuti rapat tertutup dengan Pansus Terorisme.
Dikawal oleh dua orang polisi berseragam biasa, Ali Imron tampak ramah meladeni berbagai pertanyaan dari awak media. Sesekali ia tampak canggung di depan kamera, namun beberapa kali ia juga melemparkan senyum.
Adik dari Imam Samudera itu datang ke kantor Pansus Terorisme dibawa oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kepada para wakil rakyat, ia mengaku bercerita singkat tentang pengalamannya sebagai jihadis.
Sebagai mantan terorisme, Ali Imron bahkan menekankan kepada DPR tentang pentingnya sistem pencegahan dalam UU Terorisme yang baru. Hukum yang ada saat ini menurutnya tak membuat takut sebagian orang untuk bergabung ke aliran radikal.
Ditanya kesibukan, Ali Imron mengaku melakukan berbagai kegiatan di balik sel tahanan Polda Metro Jaya. Dirinya aktif menulis untuk mengisi situs pribadinya.
"Kegiatan di antaranya menulis untuk website www.aliimron.com, kegunaannya untuk deradikalisasi. Ini lho faktanya kami, kemudian seruan untuk mengajak kembali ke jalan yang benar, tidak dengan jihad yang salah," kata Ali Imron, Kamis (25/8/2016).
Saat berkunjung ke situs pribadi Ali Imron, pembaca akan langsung disuguhkan dengan tulisan pembuka berjudul ‘Mukadimah’. Di sana, Ali Imron mengaku jika Bom Bali telah memberikan dampak yang negatif dan tak boleh ditiru oleh siapa pun yang mengatasnamakan kebenaran.
(Ulung Tranggana)