Bobby menambahkan, Selain banjir juga terdapat longsor di badan jalan lintas Banda Aceh-Calang. Longsor tercatat di Kilometer (KM) 110 dari Banda Aceh. Selain itu, hingga kini hujan dengan intensitas tinggi masih saja terjadi di sebagian wilayah Aceh.
Jembatan Penghubung Desa Putus
Banjir parah juga menyebabkan dua jembatan penghubung atardesa putus karena tak sanggup menahan luapan air sungai.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBK Aceh Jaya, Fajar Diharta menjelaskan, dua jembatan putus itu berada di Gampong Meukheun Kecamatan Indra Jaya dan di Kecamatan Teunom.
“Dua jembatan putus disebabkan curah hujan yang terjadi di Aceh Jaya sejak kemarin cukup tinggi dan mengenai aliran sungai, sehingga putus,” kata Fajar.
Guna mengantisipasi kesulitan akses jalan, Fajar mengaku kedua jembatan putus tersebut akan segera dibangun kembali menjadi jembatan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Jaya.
Pada 25 Agustus 2016 kemarin, pemerintah setempat sudah mengunjungi lokasi putusnya jembatan dan mengupayakan perbaikan secepat mungkin.
Menurutnya, dari dua jembatan yang putus tersebut, satu jembatan di gampong Meukheun merupakan yang terparah. Pasalnya, lebar sungai di kawasan ini mencapai 12 meter, sehingga perlu penanganan ekstra untuk membuat jembatan darurat.
“Tapi mereka tidak terisolasi. Hanya saja, ada jembatan lain yang sudah lama tidak dipakai untuk akses jalan, sehingga harus diperbaiki dulu,” ungkapnya.
Fajar juga menyebut penanganan terhadap korban banjir cukup baik. Logistik dan kebutuhan sandang pangan pasca-musibah juga sudah disalurkan kepada pengungsi. Hari ini, pihaknya juga akan memberikan bantuan tanggap bencana tambahan.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.