Tolak Lepas Jilbab, Penerjemah Pengungsi di Jerman Dipecat

Silviana Dharma, Okezone · Sabtu 27 Agustus 2016 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 27 18 1474361 tolak-lepas-jilbab-penerjemah-pengungsi-di-jerman-dipecat-3GuvsSw8BS.jpg Ilustrasi. Perempuan Palestina dipecat karena hijabnya. (Foto: AFP/Getty Images)

LUCKENWALDE – Penerjemah magang asal Palestina di Jerman dipecat karena menolak melepaskan jilbabnya di ruang publik, saat banyak mata lelaki memandangnya. Ia dikeluarkan setelah hari pertamanya bekerja.

Wali Kota Luckenwalde, Elisabeth Herzog-von der Heide menyatakan, berhijab adalah bentuk pelanggaran terhadap prinsip netral yang dianut Jerman. Menurutnya, larangan itu sama sekali bukan diskriminasi karena salib dan simbol keagamaan lainnya juga tidak diizinkan.

“Kerudung (jilbab) yang dipakai perempuan Muslim adalah bentuk ungkapan (ekspresi) pandangan keagamaan seseorang,” terangnya, seperti dilansir dari Independent, Sabtu (27/8/2016).

Perempuan 48 tahun itu mulanya mendaftarkan diri jadi penerjemah untuk ‘Perspectives for Refugees’ di negara bagian Bradenburg. Jasanya disewa untuk enam pekan ke depan. Akan tetapi, dia berakhir dipecat karena dianggap tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.

Meskipun menuai kecaman setelahnya, keputusan dewan kota Luckenwalde yang terbilang kontroversial dipuji oleh anggota parlemen sayap kanan Partai Alternatif untuk Jerman (AfD). Dua serikat hukum berpengaruh di Jerman juga setuju melarang penggunaan atribusi keagamaan apapun sesuai prinsip netral yang dianut negara tersebut.

Hal senada juga diucapkan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Ia bahkan menyebut, perempuan yang berpakaian tertutup tidak memiliki kesempatan untuk menjadikan dirinya warga negara Jerman.

Pernyataan ini menimbulkan polemik. Sebagian masyarakat Jerman mengkritik larangan itu sebagai pengalihan isu sebenarnya dalam masalah pengungsian, yakni peningkatan radikalisasi dan terorisme. Seharusnya pemerintah lebih memikirkan penanggulangan terorisme daripada mengasingkan dan menyebar kebencian terhadap umat Islam.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini