ARQUATA DEL TRONTO - Dua peti mati dicat dengan warna putih menandakan korban yang bersemayam di dalamnya adalah anak-anak. Salah satunya mengusung jenazah Giulia Rinaldi, anak perempuan berumur 8 tahun yang memberikan hidupnya untuk menyelamatkan adiknya.
Kisah ini telah menyentuh hati banyak orang. Tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri, Giulia merunduk di atas adiknya di tempat tidur. Memeluk dia erat dalam posisi teraman, sehingga ketika atap kamar mereka roboh, Giorgia yang berumur empat tahun tidak terluka.
Demikian lah 16 jam pascagempa 6,2 SR menghantam Italia, Giorgia ditemukan tim pemadam kebakaran dalam keadaan selamat tanpa terluka sedikit pun. Sementara Giulia yang berada di atasnya remuk redam.
Upacara pemakaman diadakan bagi gadis heroik itu pada Sabtu 27 Agustus di Arquata del Tronto, bersama dengan 34 korban gempa Pescara del Tronto lainnya. Namun seperti diulas BBC, Minggu (28/8/2016), ada yang menarik dari peti mati yang mengusung jasad Giulia.
Di atas peti matinya terlampir sepucuk surat dari seorang bernama Andrea. Diketahui kemudian, surat yang mengharukan itu ditulis oleh seorang petugas pemadam kebakaran yang ikut menyaksikan penggalian reruntuhan tempat gadis itu terjebak bersama adik perempuannya.
“Halo, gadis kecil. Aku hanya berhasil mengulurkan tangan untuk menarikmu keluar dari reruntuhan. Maafkan kami yang terlambat sampai. Faktanya, nafasmu telah terhenti saat itu. Meski begitu, ku ingin kau tahu kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkanmu,” tulis Andrea membuka isi surat tersebut.
Dalam lanjutannya, ia mengatakan, “Ketika aku kembali ke rumahku di l’Aquila, aku tahu setidaknya ada satu malaikat kecil yang mengawasiku dari atas sana. Kau adalah malaikat itu dan kau akan menjadi bintang yang bersinar terang di malam hari. Selamat tinggal, Giulia. Aku mengasihimu, meskipun kau tidak pernah mengenalku.”
Di ujung surat itu, Andrea tak lupa membubuhkan simbol cinta. Petugas pemadam kebakaran itu menjadi satu di antara sekian banyak orang yang terenyuh hatinya oleh tindakan berani yang diambil seorang gadis kecil seusia Giulia.
Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) mengguncang Italia bagian tengah pada Rabu 24 Agustus pukul 3.36 waktu setempat. Sedikitnya 290 orang tercatat sebagai korban tewas akibat bencana alam tersebut per Sabtu 27 Agustus.
Pemakaman massal pertama diadakan di Pomezia pada Jumat 26 Agustus bagi tujuh korban gempa Italia yang diangkut dari Amatrice dan Arquata del Tronto. Pemakaman massal kedua yang dihadiri Perdana Menteri Matteo Renzi dan Presiden Sergio Mattarella digelar bagi 35 korban lainnya, termasuk Giulia dan seorang anak kecil lain.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.