"Kemang ini sebenarnya wilayah resapan air sesuai RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) 2005, karena terjadi pembiaran dan pelanggaran akhirnya diputihkan jadi kawasan komersil pada 2010," kata Yayat.
Dia mengatakan, karena semakin sedikitnya resapan air, menyebabkan run of water atau larian air ke daerah tersebut menjadi tinggi. Akibatnya ketika hujan deras mengguyur, kawasan tersebut tak kuasa menampung air yang datang.
Artinya ada masalah di tata ruangnya, karena bisnis lebih kenceng ya sudah yang terjadi adalah pembiaran yang puncaknya itu adanya pemutihan tadi.
Saat ini hampir 70 persen kawasan Kemang yang dahulunya adalah ruang hijau dengan permukiman terbatasa kini punya tampilan baru sebagai daerah bisnis yang potensial.
Tentu pemandangan seperti ini, seperti mitos yang abadi, dimana Jakarta dan wilayah penyangga lainnya, Tangerang, Depok dan Bekasi selalu menjadi langganana banjir.
Ini menunjukkan bahwa selain hujan deras, banjir juga disebabkan saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan aliran permukaan dari hujan. Hujan berintensitas tinggi seringkali menimbulkan banjir dan genangan di wilayah Jakarta.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.