Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FOKUS: Teror Bom di Gereja Medan, Teroris atau SARA?

Amril Amarullah , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2016 |20:09 WIB
FOKUS: Teror Bom di Gereja Medan, Teroris atau SARA?
Polisi melakukan penjagaan ketat di Gereja Santo Yosef pasca insiden percobaan bom bunuh diri (foto: Wahyu Siregar/Okezone)
A
A
A

Apa yang terjadi di tempat peribadatan di Medan itu, menambah rentetan panjang teror bom yang ada di Indonesia, dimana bangsa ini setiap tahun menjadi langganan teror bom, yang dimulai sejak tahun 2000. Waktu itu, pertama kali bom menghujam Kedutaan Besar Filipina. Sebuah bom mobil meledak di depan rumah Duta Besar Filipina. Dua orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka.

Dari peristiwa tersebut, hampir setiap tahun hingga 2016 ini teror bom di negeri ini tak pernah berhenti. Bahkan, korban terbesar terjadi di lokasi wisata Bali. 202 orang tewas, termasuk 88 diantaranya wisatawan asing yang tengah berlibur.

Sedangkan selama 2016 ini, teror bom sudah terjadi tiga kali. Diawali pada 14 Januari 2016, sebuah bom diledakan di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta. Sembilan orang tewas termasuk dua diantaranya adalah pelaku pengeboman, dan satu polisi lalu lintas.

Setelah itu pada Juli 2016, menjelang Hari Raya Idul Fitri, bom bunuh diri meledak di Mapolresta Solo yang menewaskan Nur Rohman dan melukai satu anggota polisi, dan ketiga yang baru saja terjadi percobaan bom bunuh diri di salah satu gereja di Medan.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement