nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Sandiaga Uno, sang Calon Gubernur DKI yang Beristri Orang Betawi

Reni Lestari, Jurnalis · Kamis 01 September 2016 21:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 09 01 338 1479082 kisah-sandiaga-uno-sang-calon-gubernur-dki-yang-beristri-orang-betawi-aJ2CvdnGWK.jpg Bacagub DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno (Foto : Okezone)

JAKARTA - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengungkap sejarah mengenai asal-usulnya saat berbincang di Kantor Redaksi Okezone. Meski tak lahir di Jakarta dan berdarah Betawi, Sandi, begitu ia biasa disapa, mempersunting perempuan asli ibu kota, Nur Asia namanya.

Sandi bercerita, istrinya yang bernama Nur Asia, merupakan adik dari kawan SMP nya, yang kini menjadi kakak iparnya.

"Saya kenal sama kakak Nur Asia, namanya Ali Marzuki teman SMP saya. Begitu berkunjung ke rumah bang Ali ‘eh ada yang cantik nih' terus minta dikenalin, oleh bang Ali dikenalin," kata Sandi dalam diskusi Redbons di Kantor Redaksi Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

Usia kebersamaan mereka kini sudah mencapai 33 tahun sejak bertemu pertama kali pada 1983. Selama 13 tahun berpacaran dan 20 tahun membina rumah tangga. Dari Nur Asia pula, Sandiaga dikaruniai tiga orang anak.

"Anak tiga, paling besar 19 tahun lagi kuliah, yang kedua kelas 12, yang ketiga umur 4 tahun. Perempuan, perempuan, laki-laki," jelas dia.

Mengenai asal usulnya sendiri, Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya lahir dan besar di Riau. Ayahnya asli Gorontalo dan ibunya berdarah Jawa. Ayah dan Ibu Sandi bertemu di Bandung semasa mengenyam pendidikan, kemudian menikah di Bogor.

"Saya lahirnya di Riau, kami sempat mengenyam masa kecil di Riau di dekat ladang minyak dan gas bumi, baru pindah ke Jakarta pertengahan tahun 70-an," kata Sandiaga.

Berbekal kepiawaiannya dalam bidang pengembangan ekonomi, kini Sandiaga berniat maju dalam pertarungan menuju DKI 1. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengusung prinsip menata Jakarta tanpa air mata dan membangun tanpa duka.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini