KEBANYAKAN orang datang ke Siprus untuk menikmati mataharinya. Namun wisata pantai bukan satu-satunya yang ditawarkan negara pulau yang terletak di tengah-tengah Laut Mediterania bagian timur dan berbatasan dengan lepas pantai Turki tersebut.
Agen wisata Siprus juga membuka jasa untuk menikahi pasangan yang cintanya dilarang dari segi agama dan norma sosial lainnya. Setiap tahunnya, negara yang kedaulatannya hanya diakui tiga negara itu memfasilitasi sekira 3.000 pernikahan terlarang. Konsumennya berasal dari banyak negara, terutama dari kawasan Timur Tengah.
Salah satu pasangan muda yang memilih mengikat janji suci di pulau ini adalah Rachelle dan Abdul Kader. Keduanya berasal dari Lebanon. Mereka menganut agama yang berbeda dan tidak mau mengubahnya.
“Saya Kristen dan dia Muslim. Kami datang ke sini untuk menikah karena di negara kami tidak mengizinkan pernikahan beda agama,” ujar Rachelle, seperti diliput BBC, Selasa (13/9/2016).
Dalam salah satu promosinya, Siprus menyebut dirinya sebagai tempat kelahiran Aphrodite. Dewi kecantikan dan cinta yang dikenal dalam mitologi dewa-dewi Yunani. Oleh karena itu, menurut mereka seharusnya pernikahan tidak disyaratkan macam-macam.