Oleh karena itu, negara ini melegalkan pernikahan tanpa melalui prosesi keagamaan. Konsep pernikahan yang justru ditentang oleh negara-negara berdaulat di sekitarnya, seperti Israel dan negara Arab lain yang mewajibkan perrnikahan mengacu kepada kitab suci.
“Kebanyakan orang dari Lebanon menginap di sini selama tiga hari untuk menikah lalu pulang kembali ke negara asalnya. Kami menyediakan bagi mereka prosedur pernikahan legal tercepat,“ tutur Antigone Kapodistria, agen wisata di Siprus.
Sedikitnya 350 ribu orang Israel yang berasal dari negara pecahan Uni Soviet tidak bisa melakukan pernikahan yang sah di negaranya. Mereka tidak diakui baik oleh Yahudi maupun Gereja Ortodoks di Israel. Siprus menjadi pilihan termudah untuk melaksanakan pernikahan dengan cara sekuler. (Sil)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.