6. Richard Nixon (1974)
Richard Nixon. (Foto: Reuters)
Sang presiden yang sebelumnya menjadi pemberi pengampunan kini menjadi pihak yang menerima pengampunan. Itulah yang dialami oleh Richard Nixon setelah terjerat Skandal Watergate yang tersohor.
Setelah terpaksa mengundurkan diri pada 1974, Nixon sangat mungkin dijatuhi tuntutan hukum terkait perannya dan ada kemunkinan dijebloskan ke dalam penjara. Namun, penerusnya Presiden Gerald Ford memberikan pengampunan penuh atas semua kejahatan yang dilakukan Nixon selama menjabat sebagai presiden.
Banyak pihak menganggap pengampunan untuk Nixon adalah tindakan paling kontroversial yang pernah dilakukan Ford selama menjabat. Tindakan tersebut sangat mungkin berkontribusi atas kekalahannya dalam pemilihan presiden 1976.
7. Patty Hearst (2001)
Cucu dari konglomerat media William Randolph Hearst, Patty diculik dan disandera oleh kelompok gerilyawan yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Symbionese, SLA pada 1974. Namun, kabar mengejutkan muncul setelah Patty menyatakan bergabung dengan para penculiknya dan berganti nama menjadi Tania.
Dia menjadi buruan pemerintah selama lebih dari setahun sebelum tertangkap pada 1975. Setelah bergabung dengan SLA, Patty sempat terlibat dalam aksi perampokan bank yang membuatnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Hukuman bagi Patty yang diduga telah dicuci otak dan disiksa selama penculikan dirasa terlalu berat sehingga Presiden Jimmy Carter memberikan pengurangan masa tahanan sampai pada 2001 Presiden Bill Clinton memberinya pengampunan penuh.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.