Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tumpukan Sampah Setinggi 23 Meter di TPA Sumur Batu Longsor

Djamhari , Jurnalis-Rabu, 21 September 2016 |19:25 WIB
Tumpukan Sampah Setinggi 23 Meter di TPA Sumur Batu Longsor
Sampah (Foto: Ilustrasi)
A
A
A

 

BEKASI - Tumpukan sampah setinggi 23 meter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, milik Pemerintah Kota Bekasi mengalami longsor. Hal itu diakibatkan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Ketinggian tumpukan sampah yang sudah mencapai 23 meter itu memang terbilang kelebihan kapasitas. Sehingga. longor pun terjadi dan membuat jalur lintasan truk yang biasa melintas untuk membuang muatannya tak bisa dilewati.

Akibat kejadian tersebut, banyak truk sampah yang terjebak di tengah tumpukan yang berada di titik pembuangan sampah di zona III, TPA Sumur Batu. Selain itu, akses jalan yang terganggu membuat truk sampah mengantre sejauh 1 kilometer di pintu masuk.

Hal tersebut berdampak pula kepada tersendatnya pengangkutan sampah di tiap-tiap permukiman penduduk di Kota Bekasi.

Kepala UPTD TPA Sumur Batu Atjep Surfianto mengatakan, penyebab kejadian longsor di zona III itu karena akibat hujan deras. Beruntung dalam musibah tersebut tidak memakan korban.

“Ya sejak awal sebelum kejadian, kami sudah hentikan aktivitas di zona III karena sedang terjadi hujan,” katanya, Rabu (21/9/2016).

Menurut Atjep, kejadian longsor yang terjadi pada malam hari kemarin juga disebabkan karena ketinggian tumpukan sampah sudah melebihi batas normal, yakni mencapai 23 meter. Namun, ketiadaan lahan baru di lokasi TPA Sumur Batu terpaksa tetap mengoperasikan lahan tersebut.

“Semua zona sudah overload, mau tidak mau sampah kami terus tumpuk. Satu-satunya cara dengan menambah zona. Kemarin kan sudah ada pengukuran lahan seluas 9.000 meter yang akan dijadikan zona baru. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa dipakai. Sebab, kalau tidak sampai terealisasi maka Kota Bekasi tidak punya pembuangan sampah lagi,” kata Atjep.

Atjep menambahkan, dampak longsornya zona III itu mengharuskan truk pengangkut sampah tidak bisa melintas karena terjebak dengan tumpukan sampah. Pihaknya juga tidak bisa menjamin gunungan sampah tidak kembali longsor.

Apalagi endapan air bisa membuat sewaktu-waktu gunungan sampah kembali longsor. Sebagai antisipasi, ia akan menghentikan seluruh pekerjaan bila hujan kembali turun. "Saya enggak bisa jamin tidak akan longsor lagi. Sampahnya basah dan menjadi berat, kalau hujan deras bisa longsor lagi,” katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement