Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FOKUS: Polisi Kotor Siap-Siap Disikat Jenderal Tito

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 07 Oktober 2016 |05:37 WIB
FOKUS: Polisi Kotor Siap-Siap Disikat Jenderal Tito
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (Foto: SINDO)
A
A
A

SEJAK dilantik menjabat Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung memenuhi harapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), soal reformasi di tubuh Polri. Kapolri Tito mengemban amanat Presiden Jokowi untuk membenahi kultur di Korps Bhayangkara.

Kapolri Tito pun kemudian menelurkan 10 program. Mulai dari pemantapan reformasi internal, hingga penguatan pengawasan. (Baca: Ini Program Prioritas Kapolri Tito Sejak 100 Hari Pertama)

Bahkan di hari pertama menjabat Kapolri pada 15 Juli lalu, Kapolri Tito mengumpulkan semua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Mabes Polri. Tentu tujuannya untuk pemaparan kebijakan dan program “bersih-bersih” internal kepolisian dari anggota-anggota yang “nakal”.

Program “bersih-bersih” Tito itu tidak hanya sekadar pemaparan. Beberapa anggota dari perwira menengah (pamen) hingga perwira tinggi (pati) pun merasakan akibatnya. Beberapa kemudian diperiksa internal Polri dan yang lainnya terkena mutasi bersifat demosi.

Seperti Kombes Pol Franky H. Parapat misalnya. Direktur Reserse Narkoba Polda Bali itu ditangkap pada 20 September lalu, setelah terlibat kasus pemotongan dan pemerasan. (Baca juga: Terlibat Pemerasan, Direktur Narkoba Polda Bali Ditangkap)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement