BAGI sebagian pria, pakaian bertema atau bergaya militer seolah bisa menambah “derajat” kegantengan. Indeks kepercayaan diri pun bisa tumbuh, dan ternyata ini pula alasan presiden pertama RI, Soekarno, sangat menggandrungi jas bergaya militer.
Hampir di setiap foto, baik secara fisik maupun di dunia maya, jika kita telusuri keyword “Soekarno” hampir semua menampakkan gambar “Bung Besar” yang mengenakan jas hijau bergaya militer dengan ‘seabrek’ bintang jasa.
Di sisi lain, pakaian bergaya militer Soekarno itu juga seolah meniru gaya berpakaian sejumlah diktator. Sebut saja Der Führer Adolf Hitler dan Il Duce Benito Mussolini. Dua diktator sipil yang acap bergaya militer.
Tapi bukan itu alasan Soekarno sering mengenakan jas bergaya militer, terutama di masa-masa Demokrasi Terpimpin. Bukan untuk menyamai Hitler dan Mussolini, tapi lebih pada alasan lain, yakni awalnya Soekarno tak ingin ada satu orang pun tahu.
Dalam wawancara Cindy Adams kepada Soekarno dalam rangka penulisan otobiografi ‘Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’, sang Panglima Tertinggi (Pangti) semua angkatan militer Indonesia saat itu menyatakan bahwa dia ingin bisa terus dibanggakan rakyatnya.