Yayan menjelaskan, pihaknya menginginkan keberadaan bajaj sebagai angkutan lingkungan di wilayah Bekasi ini berfungsi untuk mengakomodir kebutuhan warga dari rumahnya ke jalur utama.
"Dari kajian yang telah kami lakukan, angkutan ini memang dikhususkan di lingkungan saja. Tidak boleh ada di jalan utama," ujarnya.
Menurut Yayan, berdasarkan kajian yang dibuat, pihaknya telah memperhatikan sejak dini agar keberadaan angkutan bajaj tidak sampai bersinggungan dengan angkutan umum yang sudah ada.
"Jadi kami sudah kaji untuk pengoperasian bajaj di lingkungan. Sehingga kami ingin pasti, bajaj tidak akan bersinggungan dengan angkutan umum yang sudah ada, dan kami sudah mengkajinya," tutup dia.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.