Dalam sekejap kerusuhan menyebar luas, pemerintahan pun kacau. Ratusan orang meninggal. Bentrokan antara warga sipil dan militer tak terhindarkan. Selama berhari-hari, polisi menampakkan taringnya, tank-tank Soviet tak ketinggalan mondar-mandir di jalan.
Kerusuhan baru mereda pada 28 Oktober. Gencatan senjata diberlakukan. Soviet pun setuju menarik pasukannya dari Hungaria dua hari kemudian. Sesuai permintaan rakyat, Imre Nagy dikembalikan ke posisinya sebagai perdana menteri dan diizinkan membentuk pemerintahan baru.
Foto: Patung Stalin dihancurkan saat Revolusi Hungaria. (Tumblr)
Namun begitu, Soviet tidak lantas menyerah kalah. Pada 4 November, pemimpin Soviet kala itu, Nikita Khrushchev mengirimkan kendaraan lapis bajanya ke Budapest untuk mengakhiri revolusi berdarah tersebut. Sejarah mencatat, konflik antara kaum liberal dan komunisme di Hungaria berakhir pada 10 November 1956.
Lebih dari 2.500 warga sipil Hungaria meninggal dan 700 tentara Soviet terbunuh selama konflik. Revolusi kemerdekaan faktanya juga telah menyebabkan sedikitnya 200 ribu penduduk Hungaria eksodus dan menjadi pengungsi ke negara lain di Eropa. Setelahnya, ribuan demonstran ditangkap dan ratusan di antaranya dihukum mati.
Sayangnya, pemberontakan puluhan ribu warga Hungaria tidak berbuah kemenangan. Soviet tetap berjaya, revolusi pada 23 Oktober dikategorikan sebagai upaya pemberontakan dan melarang segala bentuk peringatan terhadap hari bersejarah ini. Nagy pun dieksekusi pada 1958 setelah menjalani sidang tertutup dan sangat dirahasiakan di Budapest.
Baru pada 1989, menjelang kejatuhan Soviet, Republik Hungaria mendeklarasikan 23 Oktober sebagai hari nasional. Pada Desember 1991, Presiden pertama Rusia, Boris Yeltsin meminta maaf secara resmi kepada rakyat Hungaria atas peristiwa 1956. Ia mengulang lagi permintaan maaf tersebut setahun setelahnya saat berpidato di hadapan parlemen Hungaria.
Tahun-tahun setelahnya, 23 Oktober menjadi hari libur nasional di Hungaria. Sejumlah kepala negara datang dan memberi penghormatan pada para korban demonstrasi yang kini dianggap pahlawan. Dan hari ini adalah peringatan 60 tahun revolusi terbesar yang pernah terjadi di Hungaria.
(Silviana Dharma)