Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Barack Obama, Presiden Kulit Hitam Amerika Pertama

Ahmad Taufik , Jurnalis-Jum'at, 04 November 2016 |08:03 WIB
HISTORIPEDIA: Barack Obama, Presiden Kulit Hitam Amerika Pertama
Presiden AS Barack Obama (Foto: Reuters)
A
A
A

Kisah hidup Obama yang unik dan penuh inspirasi berhasil mempengaruhi publik. Metode tersebut telah menarik sebagian besar warga AS untuk mendukung Obama. Bahkan, kampanye Obama tidak hanya dilakukan di dalam negeri namun juga di luar negeri, salah satunya di Jerman.

Tim sukses Obama juga berusaha keras untuk menggaet para pemilih baru yang sebagian besar adalah para remaja dan warga kulit hitam. Berbeda dari capres lain, tim sukses Obama juga menggunakan internet untuk mengorganisir para pendukung dan mendapatkan pendanaan. Metode ini terbilang baru dalam sejarah perpolitikan AS.  

Menurut laporan dari The Washington Post, tiga juta pendonor telah menghasilkan 6,5 juta donasi online serta lebih dari USD500 juta dana kampanye. Saat melakukan kampanye, Obama berjanji akan menarik pasukan AS dari perang Irak dan memperluas layanan kesehatan publik. Terkait isu ekonomi, Obama berupaya menunjukkan bahwa ia memiliki rencana terbaik untuk melakukan perbaikan ekonomi.

Saat hari pencoblosan pada 4 November, lebih dari 69,4 juta orang warga AS memberikan suara untuk Obama. Sedangkan 59.9 juta suara diberikan untuk McCain. Berdasarkan hasil ini, Obama dinyatakan menang atas rivalnya. Obama menjadi senator AS pertama yang berhasil duduk di Gedung Putih sejak Presiden John Kennedy pada 1960.

Kemenangan Obama tidak terlepas dari keberhasilannya memenangkan suara dari kelompok tradisional Partai Republik di Virginia dan Indiana serta lumbung suara utama di Florida dan Ohio. Padahal, tempat-tempat tersebut merupakan basis suara utama Partai Republik.

Setelah dinyatakan menang, Obama langsung muncul di hadapan kerumunan pendukungnya di Chicago’s Grant Park. Ia lalu menyampaikan pidato pertamanya dengan menyatakan bahwa kemenangannya sebagai Presiden AS adalah hal yang sangat bersejarah. Pidato ini disampaikan 143 tahun setelah berakhirnya Perang Sipil Amerika dan penghapusan perbudakan.

“Jika ada seseorang di sana yang masih ragu bahwa AS adalah tempat segala sesuatu menjadi mungkin. Orang yang masih  khawatir apakah mimpi para pendiri negara masih hidup di zaman ini. Siapa yang masih bertanya kekuatan demokrasi kita, maka malam ini adalah jawabannya. Hal itu sudah lama datang, tapi malam ini, karena apa yang telah kita lakukan pada saat ini, dalam pemilihan ini, pada saat yang menentukan, perubahan telah datang di Amerika.”

Obama dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2009. Pada periode kedua pencalonan sebagai Presiden AS, pada 6 November 2016, Obama berhasil mengalahkan rivalnya dari Partai Republik, Mitt Romney.

(Ahmad Taufik )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement